Sharp Indonesia menanam 600 pohon Rasamala di kawasan Pusat Suaka Satwa Elang Jawa, Taman Nasional Gunung Salak, Bogor. Aksi ini menjadi bagian dari program “From Every Step, A Forest Grows” yang menghubungkan olahraga lari dengan upaya pelestarian alam.
Program tersebut lahir dari ajang Run for the Future, dengan konsep satu pelari dikonversikan menjadi satu pohon yang ditanam. Melalui kolaborasi dengan Hutan Itu Indonesia dan Postinc, inisiatif ini diarahkan untuk memberi dampak langsung bagi lingkungan.
Komitmen perusahaan di luar bisnis inti
PR & Brand Communication Head PT Sharp Electronics Indonesia, Pandu Setio, menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan. Ia menegaskan bahwa Sharp tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga ingin memberi kontribusi bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
“Ini menandakan bahwa Sharp tidak hanya berorientasi pada bisnis, tapi juga berkontribusi kepada lingkungan dan juga kesejahteraan masyarakat,” ujar Pandu dalam seremoni di Pusat Suaka Satwa Elang Jawa, Rabu, 8 Juli 2026.
Di lokasi yang sama, Puteri Indonesia Lingkungan 2026, Vicky Kosasie, turut hadir dan mengajak generasi muda mengambil peran lewat langkah kecil yang berdampak panjang. Menurutnya, menanam pohon berarti menanam harapan bagi generasi berikutnya.
“Hari ini kita menanam pohon, tetapi sesungguhnya kita sedang menanam harapan bagi generasi berikutnya,” kata Vicky.
Restorasi hutan dan dukungan konservasi
Selain penanaman pohon, Sharp Indonesia juga menyerahkan perlengkapan lapangan kepada tim Suaka Elang. Bantuan itu ditujukan untuk mendukung proses rehabilitasi satwa liar yang diselamatkan di kawasan konservasi tersebut.
Kehadiran 600 pohon Rasamala diproyeksikan merestorasi sekitar 2,4 hektar kawasan hutan. Saat mencapai fase pertumbuhan optimal, pohon-pohon itu berpotensi menyerap hingga 180 ton CO2e per tahun dan menghasilkan 60-72 ton oksigen per tahun.
| Data Penanaman | Keterangan |
|---|---|
| Jumlah pohon | 600 pohon Rasamala |
| Luas restorasi | Sekitar 2,4 hektar |
| Potensi serapan karbon | Hingga 180 ton CO2e per tahun |
| Potensi oksigen | 60-72 ton per tahun |
Penanaman ini juga memperkuat habitat alami Elang Jawa, satwa endemik Indonesia yang berstatus terancam punah. Sebagai indikator kesehatan ekosistem hutan, keberadaan Elang Jawa di kawasan tersebut menjadi penting bagi kelangsungan flora dan fauna lain yang bergantung pada ekosistem yang sama.
Sharp Indonesia berharap kegiatan ini menjadi awal perubahan yang memberi manfaat lebih luas bagi bumi. Pandu menutup dengan harapan agar langkah yang dimulai hari ini memberi dampak positif bagi generasi mendatang.
“Semoga kegiatan hari ini bisa memberikan dampak yang positif untuk kita semua, untuk anak-anak generasi kita di masa yang akan datang,” tutup Pandu.
Source: www.medcom.id






