Shakira Kembali Ke Anthem Piala Dunia, Dai Dai Bawa Energi Baru World Cup 2026

Shakira kembali mengisi panggung besar sepak bola lewat lagu resmi FIFA World Cup 2026 berjudul Dai Dai. Kehadirannya langsung menyita perhatian karena nama Shakira sudah lama identik dengan anthem Piala Dunia dan atmosfer meriah turnamen global itu.

Lagu baru ini juga menandai kolaborasi Shakira dengan Burna Boy, musisi Afrobeats asal Nigeria yang dikenal luas sebagai “African Giant”. Perpaduan dua nama besar dari latar musik berbeda itu memberi warna baru pada proyek musik resmi menuju World Cup 2026.

Kembalinya ikon anthem Piala Dunia

Nama Shakira masih lekat dengan Waka Waka (This Time for Africa), lagu yang ia bawakan pada Piala Dunia di Afrika Selatan. Lagu itu kemudian berkembang menjadi salah satu lagu olahraga paling ikonik dan terus melekat di ingatan publik hingga sekarang.

Lebih dari satu dekade setelah Waka Waka, Shakira kembali mengisi soundtrack resmi turnamen FIFA. Kehadirannya di Dai Dai menegaskan posisinya sebagai salah satu penyanyi yang paling identik dengan Piala Dunia.

Kembalinya Shakira juga memperlihatkan bahwa musik masih memegang peran penting dalam membangun energi turnamen. Lagu resmi tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap, tetapi juga menjadi bagian dari identitas ajang sepak bola terbesar di dunia itu.

Arti judul yang selaras dengan semangat turnamen

Judul Dai Dai diambil dari ekspresi dalam bahasa Italia yang berarti “ayo” atau “mari”. Pilihan itu terasa sejalan dengan suasana pertandingan sepak bola yang penuh dorongan, ajakan, dan rasa kebersamaan.

Makna tersebut juga cocok dengan pesan universal yang ingin dihadirkan FIFA melalui turnamen ini. Piala Dunia selalu diposisikan sebagai ruang pertemuan budaya yang mengajak publik global merayakan sepak bola bersama.

Karena itu, judul Dai Dai tidak hanya terdengar singkat dan mudah diingat. Judul itu juga membawa pesan yang langsung terhubung dengan energi kompetisi dan semangat kolektif yang sering melekat pada Piala Dunia.

Kolaborasi yang memberi warna global

Burna Boy membawa karakter Afrobeats yang ritmis dan energik ke dalam lagu ini. Kehadirannya menambah lapisan musik yang berbeda dan membuat Dai Dai terasa lebih luas secara warna dan nuansa.

Saat dipadukan dengan suara Shakira, kolaborasi ini menghadirkan kesan global yang mudah diterima lintas pasar dan lintas budaya. Paduan itu juga memperkuat citra inklusif yang sejak lama melekat pada Piala Dunia.

Ajang ini memang dikenal sebagai panggung yang mempertemukan berbagai bahasa, tradisi, dan selera musik dalam satu momen bersama. Dai Dai bergerak di jalur yang sama dengan menawarkan energi yang merangkul banyak penonton.

Respons awal dan rencana perilisan

Antusiasme publik mulai muncul ketika Shakira membagikan cuplikan promosi Dai Dai melalui akun Instagram resminya pada 7–8 Mei 2026. Dalam unggahan itu, ia menyebut lagu tersebut sebagai Official Song FIFA World Cup 2026.

Cuplikan itu langsung memicu percakapan luas di media sosial. Versi lengkap lagu dijadwalkan rilis pada 14 Mei 2026 bersama video musik yang menampilkan suasana stadion megah dan nuansa internasional khas Piala Dunia.

Bagi FIFA, kehadiran lagu resmi seperti ini juga menjadi bagian dari cara membangun perhatian publik menuju turnamen. Musik kembali dipakai untuk mengikat emosi penonton sebelum pertandingan dimulai.

Pesan yang dibawa menuju World Cup 2026

FIFA World Cup 2026 akan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada Juni hingga Juli 2026. Format lintas negara itu membuat pesan kebersamaan dalam Dai Dai terasa semakin relevan.

Lagu ini hadir bukan hanya sebagai pengiring turnamen, tetapi juga sebagai ajakan untuk merayakan sepak bola dalam semangat persatuan. Dengan Shakira dan Burna Boy di dalamnya, Dai Dai membawa energi yang sejalan dengan wajah global Piala Dunia.

Source: bola.bisnis.com
Terkait