Sepatu Kulit Jarang Dipakai Justru Bisa Retak, Kesalahan Simpan Ini Sering Diabaikan

Author: Cung Media

Sepatu kulit yang terlalu lama disimpan justru bisa retak ketika dipakai lagi. Kondisi ini sering terjadi bukan karena sepatu sering dipakai, melainkan karena materialnya kehilangan kelembapan dan kelenturannya saat terlalu lama diam di lemari.

Kulit tetap membutuhkan sirkulasi udara dan sedikit perawatan agar tidak mengering. Saat minyak alami di dalam material perlahan menguap, permukaan sepatu menjadi lebih kaku dan lebih mudah pecah saat ditekuk.

Kulit yang kering lebih cepat rusak

Retakan biasanya bermula dari permukaan yang mulai kehilangan elastisitas. Baik kulit asli maupun sintetis sama-sama bisa mengalami penurunan kelenturan jika kelembapan di dalam material berkurang terlalu lama.

Begitu lapisan luar mulai kering, lipatan saat dipakai akan memberi tekanan lebih besar pada area tertentu. Jika dibiarkan, retakan kecil bisa makin terlihat dan mengganggu tampilan sepatu secara keseluruhan.

Tempat simpan ikut menentukan kondisi sepatu

Lingkungan penyimpanan punya peran besar dalam menjaga umur sepatu kulit. Tempat yang terlalu panas mempercepat hilangnya kelembapan, sementara tempat yang terlalu lembap bisa memicu jamur dan merusak struktur material.

Paparan sinar matahari secara tidak langsung juga bisa mempercepat pengeringan permukaan. Bahkan lemari yang berada dekat jendela pun berpotensi memberi dampak dalam jangka panjang jika sepatu terus dibiarkan tanpa perlindungan yang memadai.

Menyimpan sepatu dalam plastik tertutup rapat juga bukan pilihan yang ideal. Sepatu tetap memerlukan sedikit sirkulasi udara agar kelembapan tidak terperangkap di dalamnya.

Sesekali dipakai justru lebih baik

Sepatu kulit umumnya lebih awet jika digunakan secara berkala. Saat dipakai, material bergerak dan mendapatkan sirkulasi udara yang membantu menjaga fleksibilitasnya.

Itu sebabnya, menyimpan sepatu terlalu lama di dalam kotak bukan langkah yang bijak. Pemakaian sesekali, misalnya satu atau dua kali dalam sebulan, sering kali lebih sehat bagi material dibanding membiarkannya tidak tersentuh sama sekali.

Perawatan tambahan tetap dibutuhkan

Sepatu kulit juga membutuhkan kondisioner atau pelembap khusus untuk mengganti minyak alami yang hilang seiring waktu. Perawatan ini membantu menjaga material tetap lentur dan tidak cepat keras.

Tanpa pelembap, kulit akan lebih rapuh saat menerima tekanan atau lipatan. Risiko retak pun meningkat, terutama pada sepatu kulit premium yang memakai kulit asli berkualitas tinggi.

Jenis bahan menentukan daya tahan

Tidak semua sepatu yang disebut sepatu kulit memiliki ketahanan yang sama. Sebagian produk memakai PU leather atau bonded leather, yaitu campuran serat kulit dan bahan sintetis yang umumnya lebih murah tetapi cenderung berumur lebih pendek.

Pada material seperti ini, permukaan yang mengelupas atau retak meski jarang dipakai bukan hal yang aneh. Karena itu, dua pasang sepatu yang sama-sama jarang digunakan belum tentu punya kondisi akhir yang sama karena bahan dasarnya berbeda.

Pada akhirnya, sepatu kulit tetap memerlukan perhatian aktif agar tidak menua sebelum waktunya. Terlalu sering dipakai memang bisa membuatnya aus, tetapi terlalu lama disimpan juga bisa membuatnya retak meski hampir tidak pernah digunakan.

Source: www.idntimes.com
Terbaru