Selis E-Max Long Range, 230 Km Sekali Cas yang Menggoda Tapi Tak Semudah Itu

Selis E-Max Long Range kembali mencuri perhatian karena janji jarak tempuhnya terdengar sangat besar untuk skutik listrik di kelasnya. Sekali cas penuh, motor ini diklaim bisa menempuh hingga 230 kilometer, bahkan pernah mencatat rekor MURI sejauh 280 kilometer dalam satu sesi pengisian.

Namun angka itu tidak otomatis berarti jarak sejauh itu selalu terasa di jalan raya. Pemakaian harian tetap bergantung pada baterai, gaya berkendara, kondisi rute, dan beban yang dibawa pengendara.

Baterai jadi pembeda utama

Keunggulan utama E-Max Long Range ada pada paket baterainya. Varian ini memakai baterai LiFePO4 60V 70Ah, jauh lebih besar dibanding varian reguler yang menggunakan baterai lithium sekitar 60V 25Ah.

LiFePO4 atau Lithium Iron Phosphate dikenal lebih stabil terhadap suhu dan lebih tahan dalam siklus pengisian. Jenis baterai ini juga lebih aman dari risiko overheat dibanding lithium-ion konvensional.

Kapasitas besar itu mendukung klaim jarak tempuh panjang. Tetapi ada konsekuensi yang tidak bisa diabaikan oleh pengguna sehari-hari.

Baterainya berbobot sekitar 26 kg dan tidak bisa dilepas. Artinya, proses pengisian harus dilakukan langsung di motor.

Klaim 230 km hanya masuk akal di kondisi ideal

Angka jarak tempuh pabrikan biasanya dihitung dalam kondisi yang sangat spesifik. Skenario umumnya melibatkan satu pengendara, tanpa boncenger, jalan relatif datar, kecepatan stabil di kisaran 50 km/jam, dan tanpa beban tambahan.

Dalam kondisi seperti itu, jarak 230 km memang masih mungkin dicapai. Rekor MURI yang disebutkan juga memperlihatkan bahwa klaim tersebut tidak semata-mata angka promosi.

Masalahnya, pemakaian harian jarang berlangsung seideal itu. Boncenger, barang bawaan, tanjakan, suhu panas, dan akselerasi mendadak akan lebih cepat menguras daya.

Jarak realistis di jalan harian

Dalam pola pengujian yang umum dipakai komunitas motor listrik, jarak tempuh riil biasanya berada di kisaran 70–80 persen dari klaim pabrikan. Untuk E-Max Long Range, itu berarti sekitar 160–185 kilometer per pengisian penuh.

Angka tersebut masih besar untuk motor listrik di kelas harga ini. Banyak pengguna tetap bisa menjalani mobilitas harian tanpa sering mencari tempat заряд yang aman.

Simulasi rute juga memberi gambaran praktis. Jalur Jakarta–Bogor pulang pergi sekitar 120 kilometer masih berada dalam jangkauan realistis, sedangkan Bandung–Lembang pulang pergi sekitar 32–36 kilometer bisa ditempuh berkali-kali dalam satu kali cas.

Cara berkendara sangat menentukan hasil

Ada lima faktor utama yang paling memengaruhi jarak tempuh motor ini. Bobot kendaraan, gaya berkendara, kondisi jalan, suhu lingkungan, dan kondisi baterai sama-sama berperan besar.

Akselerasi mendadak dan kecepatan tinggi yang terus-menerus termasuk kebiasaan paling boros energi. Sebaliknya, motor listrik cenderung paling efisien saat dipakai stabil di kisaran 40–50 km/jam dengan tarikan halus.

Jalan menanjak juga akan memangkas jarak tempuh lebih cepat daripada jalan datar. Karena itu, rute berbukit seperti kawasan Puncak atau perbukitan Bandung utara akan memberi hasil berbeda dari jalur perkotaan yang lebih landai.

Pengisian malam hari paling masuk akal

Soal waktu pengisian, E-Max Long Range membutuhkan sekitar 12 jam dari kondisi kosong sampai penuh dengan charger bawaan. Durasi ini jauh lebih lama dibanding varian standard lithium yang sekitar 5 jam.

Karena itu, pola paling ideal adalah mengisi daya setiap malam sebelum tidur. Dengan cara ini, pengguna bisa berangkat keesokan hari tanpa khawatir baterai habis di tengah perjalanan.

Bagi penghuni apartemen atau kos tanpa garasi, skema ini perlu dipikirkan matang. Baterai yang tidak bisa dilepas membuat motor harus berada dekat stopkontak selama proses pengisian berlangsung.

Harga tinggi, tetapi ada hitungan penghematan

Selis E-Max Long Range dibanderol di kisaran Rp 35–36 jutaan. Harga ini jauh di atas varian standar single lithium yang masih berada di kelas belasan juta.

Selis mengklaim pengguna dengan jarak tempuh rata-rata 100 kilometer per hari bisa menghemat sekitar Rp 800.000 per bulan dari biaya bensin dan perawatan motor konvensional. Dalam setahun, penghematan itu bisa mencapai sekitar Rp 9,6 juta.

Dengan hitungan tersebut, selisih harga dengan varian standar bisa kembali dalam beberapa tahun pemakaian aktif. Model ini terlihat lebih cocok untuk komuter harian 80–150 kilometer, kurir atau ojol rute panjang, serta pengguna yang punya akses listrik di parkiran atau garasi.

Untuk pengguna yang hanya menempuh 30–50 kilometer per hari, varian E-Max standar atau dual lithium sebenarnya lebih masuk akal. Tetapi bagi yang mengejar jarak tempuh besar dan ingin cukup cas sekali di malam hari, E-Max Long Range tetap menawarkan ruang pakai yang sulit diabaikan.

Terkait