Didier Deschamps mengambil tanggung jawab penuh setelah Prancis menelan kekalahan 4-6 dari Inggris dalam perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026. Pelatih berusia 57 tahun itu menilai penampilan timnya sebelum jeda tidak bisa diterima.
Prancis tertinggal empat gol tanpa balas pada babak pertama, sebuah situasi yang belum pernah dialami tim itu dalam sejarah Piala Dunia. Respons kuat setelah turun minum sempat memberi harapan, tetapi defisit besar tersebut akhirnya tak mampu dikejar.
Deschamps Menyebut Babak Pertama Memalukan
Deschamps tidak melempar kesalahan kepada para pemain setelah Les Bleus tertinggal 0-4. Ia justru mengakui bahwa persiapan dan keputusan tim pelatih turut menentukan buruknya awal laga.
“Ini adalah sebuah kekalahan. Kami sempat tertinggal 0-4; kami memainkan babak pertama yang memalukan,” kata Deschamps. Ia kemudian menegaskan, “Itu kesalahan saya,” karena merasa tidak melakukan hal yang diperlukan pada 45 menit pertama.
Pengakuan itu menjadi sorotan karena laga tersebut menutup perjalanan panjang Deschamps bersama Timnas Prancis. Pertandingan melawan Inggris menjadi laga terakhirnya setelah 14 tahun menangani tim nasional tersebut.
Inggris Menghukum Prancis Sebelum Jeda
Inggris tampil dominan dalam pertandingan yang berlangsung di Miami Gardens, Florida, Amerika Serikat, pada Minggu, 19 Juli 2026 dini hari WIB. Declan Rice, Ezri Konsa, dan Bukayo Saka membawa The Three Lions membangun keunggulan besar sebelum turun minum.
Saka menjadi pembeda utama bagi Inggris dengan dua gol pada babak pertama. Keunggulan 4-0 itu sekaligus mencatatkan rekor buruk bagi Prancis, yang untuk pertama kalinya kebobolan empat gol dalam satu babak di Piala Dunia.
| Fase Laga | Skor | Pencetak Gol Penting |
|---|---|---|
| Babak pertama | Inggris unggul 4-0 | Declan Rice, Ezri Konsa, Bukayo Saka (2) |
| Kebangkitan Prancis | Skor menjadi 3-4 | Kylian Mbappe (2), Bradley Barcola |
| Akhir pertandingan | Inggris menang 6-4 | Bukayo Saka, Jude Bellingham |
Kebangkitan Prancis Hampir Mengubah Laga
Prancis menunjukkan wajah berbeda pada babak kedua melalui tekanan dari Kylian Mbappe dan Bradley Barcola. Dua gol Mbappe serta satu gol Barcola memangkas ketertinggalan menjadi 3-4 dan membuat pertandingan kembali terbuka.
Momentum tersebut sempat memberi Prancis peluang untuk menyamakan skor menjadi 4-4. Menurut Liputan6.com, Les Bleus memperoleh dua kesempatan emas, tetapi keduanya tidak menghasilkan gol.
Inggris mampu meredam tekanan pada fase penting pertandingan dan kembali menjauh. Saka kemudian menyelesaikan hattrick-nya lewat tendangan penalti, sebelum Jude Bellingham mencetak gol keenam Inggris pada menit ke-90+8.
Catatan Individual Mbappe di Tengah Kekalahan
Kekalahan Prancis tetap menyisakan pencapaian individu bagi Mbappe. Dua golnya dalam pertandingan tersebut disebut membuat kapten Prancis itu menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia dengan total 22 gol.
Catatan itu menempatkan Mbappe melewati rekor yang sebelumnya dipegang Lionel Messi. Namun, pencapaian pribadi tersebut tidak mengubah hasil akhir yang membuat Prancis gagal menutup era Deschamps dengan kemenangan.
Reaksi Prancis setelah jeda memperlihatkan bahwa mereka masih mampu memberi tekanan besar kepada Inggris. Akan tetapi, empat gol yang bersarang pada babak pertama menjadi beban terlalu berat dalam laga yang berakhir dengan skor 6-4 itu.
Source: www.liputan6.com






