
Memori HP yang terasa cepat penuh sering kali bukan hanya dipicu foto dan video. Di banyak perangkat, aplikasi yang jarang dipakai justru menjadi penyebab utama penyimpanan terkuras dan performa ikut melambat.
Masalahnya, aplikasi semacam itu kerap tetap tersimpan lama di ponsel meski sudah tidak dibuka lagi. Sebagian bahkan masih berjalan di latar belakang, sehingga kerja sistem makin berat dan baterai lebih cepat boros.
Aplikasi yang paling layak dihapus lebih dulu
Salah satu kelompok aplikasi yang paling sering menghabiskan ruang adalah aplikasi bawaan atau bloatware. Di Android, banyak aplikasi sudah terinstal otomatis sejak perangkat pertama kali dibeli, meski tidak semuanya benar-benar digunakan.
Sebagian aplikasi bawaan memang punya fungsi tertentu. Namun, tidak sedikit yang akhirnya hanya menumpuk di memori karena pengguna tidak pernah membutuhkannya.
Jika perangkat memberi opsi uninstall, aplikasi bawaan yang tidak penting sebaiknya langsung dihapus. Langkah sederhana ini bisa membantu memberi ruang tambahan di penyimpanan internal.
Aplikasi penghemat baterai dan pembersih RAM justru patut dicermati
Aplikasi yang menjanjikan peningkatan performa juga sering menarik perhatian pengguna. Aplikasi penghemat baterai, pembersih RAM, hingga game booster kerap diunduh karena dianggap bisa membuat HP lebih kencang.
Padahal, aplikasi jenis ini justru sering menambah beban perangkat. Banyak di antaranya tetap aktif di latar belakang dan memakan RAM serta ruang penyimpanan.
Alih-alih mempercepat sistem, aplikasi semacam ini bisa membuat performa terasa lebih lambat. Jika tidak benar-benar dibutuhkan, menghapusnya menjadi pilihan yang lebih masuk akal.
Kurangi aplikasi yang fungsinya mirip
Banyak pengguna tanpa sadar menyimpan beberapa aplikasi dengan fungsi serupa dalam satu HP. Contohnya browser lebih dari satu, editor foto ganda, atau aplikasi pemutar musik yang menawarkan layanan hampir sama.
Kebiasaan ini membuat storage terisi oleh aplikasi yang fungsinya bertumpuk. Untuk menghemat ruang, sebaiknya pilih satu aplikasi yang paling sering dipakai dan hapus sisanya.
Langkah ini bukan hanya mengosongkan memori. Tampilan perangkat juga jadi lebih rapi dan lebih mudah dikelola.
File lama ikut memperberat penyimpanan
Selain aplikasi, file lama juga menjadi penyebab umum memori cepat penuh. Foto, video, film, musik offline, hingga dokumen unduhan bisa menumpuk tanpa disadari.
Google mengingatkan bahwa memori penuh dapat menurunkan performa sistem secara drastis. Kondisi ini juga bisa membuat baterai lebih cepat habis.
Foto dan video biasanya menjadi penyumbang terbesar. Sebelum dihapus, file penting bisa dicadangkan dulu ke layanan cloud seperti Google Photos.
Folder Download sering luput diperiksa
Folder Download juga sering berisi file PDF, dokumen, dan lampiran pesan yang sudah lama tidak dibuka. Karena jarang dicek, file-file ini terus menghabiskan kapasitas penyimpanan.
Pengguna disarankan rutin memeriksa folder unduhan dan menghapus file yang sudah tidak diperlukan. Kebiasaan ini membantu menjaga ruang kosong tetap tersedia untuk kebutuhan harian.
Untuk file yang masih ingin disimpan tetapi jarang dipakai, Android menyediakan fitur auto-archive. Fitur ini memungkinkan aplikasi diarsipkan otomatis tanpa menghapus data penting pengguna.
Di Google Play Store, fitur itu bisa diaktifkan lewat menu Pengaturan, lalu bagian Umum. Setelah aktif, aplikasi yang jarang digunakan bisa diarsipkan sehingga memori HP lebih lega tanpa kehilangan data utama.
Source: www.cnbcindonesia.com



