Sean Gelael pulang tanpa podium dari Race 2 GT World Challenge Asia di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika setelah insiden tabrakan menghentikan laju Ferrari 296 GT3 Evo nomor 50 yang ia kendarai. Mobilnya mengalami kerusakan parah dan tidak mampu melanjutkan lomba.
Kegagalan itu terasa lebih berat karena Sean sempat memulai balapan dari posisi keenam dan masih punya peluang untuk mengejar zona podium kelas Silver. Peluang itu hilang setelah upaya menyalip di tikungan 11 berakhir di area gravel usai kontak dengan pebalap lain.
Momen yang mengubah balapan
Sean datang ke Mandalika dengan motivasi tinggi karena tampil di depan ribuan penonton. Atmosfer sirkuit disebutnya memberi dorongan bertanding yang berlipat dan membuat balapan terasa sangat spesial.
Dorongan itu sempat membuahkan hasil pada Race 1 sehari sebelumnya. Sean merebut pole position dan finis ketiga secara keseluruhan, sekaligus naik podium sebagai peringkat kedua di kelas Silver.
Pada Race 2, situasinya berjalan jauh berbeda ketika Sean melihat lawannya melebar. Ia langsung mencoba mengambil celah yang terbuka, tetapi ruang balap menutup terlalu cepat sehingga kontak tidak terhindarkan.
Sean menjelaskan bahwa ia melihat lawannya go wide dan berusaha menyalip seketika. Namun, jalur yang semula terbuka berubah tertutup dalam hitungan saat, dan insiden pun terjadi.
Kerusakan serius pada Ferrari 296 GT3 Evo
Benturan tersebut melibatkan Adderley Fong dari tim Ferrari 13. Dampaknya besar karena mobil Sean mengalami kerusakan serius dan berhenti berlaga sebelum garis finis.
Insiden ini praktis memutus ambisi Sean untuk kembali meraih hasil kuat di hadapan publik Mandalika. Padahal, performanya pada Race 1 sudah menunjukkan bahwa ia memiliki kecepatan untuk bersaing di papan atas.
Kehadiran Sean di paddock dan lintasan tetap menyedot perhatian besar penonton. Antusiasme itu terlihat kuat saat sesi pit walk dan grid walk di Mandalika, yang dipadati penggemar balap.
Fokus langsung bergeser ke agenda Eropa
Usai seri Indonesia, Sean dijadwalkan langsung terbang ke Eropa. Agenda terdekatnya adalah putaran kedua FIA WEC, 6 Hours of Spa-Francorchamps, di Belgia pada 9 Mei mendatang.
Perpindahan program yang cepat membuat Sean harus segera meninggalkan kekecewaan Mandalika. Setelah gagal memaksimalkan peluang podium di GTWCA, tantangan berikutnya sudah menanti di lintasan berbeda dengan level kompetisi yang sama padatnya.







