SCU dan UBAYA Melaju Mulus, Perbanas dan UKSW Lolos Lewat Laga yang Lebih Sengit

Final Campus League 2026 menghadirkan dua cerita yang sangat berbeda. Di sektor putri, SCU dan UBAYA datang dengan kemenangan telak, sementara di sektor putra, Institut Perbanas dan UKSW harus melewati duel yang jauh lebih menegangkan untuk merebut tiket partai puncak.

Empat tim itu memastikan tempat di final setelah semifinal yang berlangsung ketat di Basketball Court Universitas Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang, Banten. Ajang antarkampus ini diikuti 10 tim putra dan 8 tim putri dari 13 perguruan tinggi yang lolos dari fase regional di Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Samarinda, dan Jakarta.

Putri dikuasai SCU dan UBAYA

Soegijapranata Catholic University atau SCU tampil paling dominan di semifinal putri dengan menang 67-23 atas UKSW. Skor tersebut menunjukkan kendali penuh SCU sejak awal laga dan menegaskan mereka siap bersaing di partai penentuan.

UBAYA juga melaju dengan kemenangan meyakinkan setelah menaklukkan UPH 81-50. Hasil itu menjaga peluang tim asal Surabaya tersebut untuk merebut gelar sektor putri, sekaligus memperlihatkan jarak permainan yang cukup jelas di semifinal.

Pelatih tim putri UBAYA, Wellyanto Pribadi, menilai final akan berjalan seimbang. Ia mengingat kembali pertemuan kedua tim di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional atau POMNAS 2025, saat UBAYA menang tipis dalam pertandingan yang disebut sangat menyulitkan sepanjang laga.

Menurut Wellyanto, kunci UBAYA ada pada disiplin dan fokus bertahan. Ia menilai duel melawan SCU kali ini punya peluang 50-50 dan menuntut timnya tampil lebih rapi di lini pertahanan.

Perbanas dan UKSW bertahan dalam tekanan

Berbeda dengan sektor putri, semifinal putra menghadirkan pertarungan yang lebih rapat. Institut Perbanas sempat tertinggal pada dua kuarter awal saat menghadapi tuan rumah UPH, tetapi mampu membalikkan keadaan dan menang 59-50.

Kemenangan itu menjadi salah satu yang paling menonjol di semifinal putra karena Perbanas berhasil menjaga konsentrasi pada momen krusial. Mereka kini akan menghadapi UKSW, yang juga lolos lewat laga sengit melawan Universitas Surabaya.

UKSW memastikan tiket final putra setelah menang 63-55 atas Universitas Surabaya. Pertandingan berjalan ketat, namun UKSW mampu mempertahankan keunggulan hingga akhir untuk mengamankan tempat di partai puncak.

Pelatih tim putra Institut Perbanas, Zulfahrizal, menegaskan fokus timnya tetap pada permainan sendiri. Ia meminta anak asuhnya tampil lebih disiplin dan memperbaiki organisasi permainan, baik saat bertahan maupun menyerang.

Final yang membawa dua karakter kemenangan

Susunan final Campus League 2026 mempertemukan empat tim dengan modal yang berbeda. SCU dan UBAYA datang dengan kemenangan besar, sedangkan Institut Perbanas dan UKSW membawa pengalaman dari pertandingan yang jauh lebih ketat.

Babak penentuan di UPH, Karawaci, akan menjadi panggung bagi kampus-kampus yang sudah melewati fase regional dan semifinal dengan intensitas tinggi. Dengan latar persaingan antardaerah dan hasil yang beragam di semifinal, partai final diperkirakan berlangsung penuh tensi sejak awal.

Terkait