Science World Vancouver Disulap Jadi Bola Sepak Raksasa 17 Lantai, Begini Rekayasa di Baliknya

Kubuh ikonik Science World di pusat kota Vancouver berubah menjadi salah satu pemandangan paling mencolok selama World Cup. Bangunan berbentuk bola itu disulap menjadi replika bola sepak raksasa setinggi 17 lantai dan langsung mendominasi latar siaran televisi maupun unggahan media sosial.

Yang awalnya terdengar seperti ide iseng justru berakhir sebagai proyek nyata dengan dukungan dari berbagai pihak. Science World, stadion, pejabat kota, Adidas sebagai pembuat bola resmi World Cup, serta sejumlah bisnis lokal dan organisasi pemerintah ikut mendorong wujud visual yang kini melekat kuat pada citra Vancouver selama turnamen.

Dari gagasan sederhana ke proyek besar

Ide membungkus kubah Science World muncul saat semua pihak mencari cara terbaik memanfaatkan kehadiran World Cup di Vancouver. Karena bangunan itu memang sudah menyerupai bola besar di atap, konsep tersebut akhirnya terasa masuk akal untuk diwujudkan.

Science World sendiri bukan bangunan baru dalam lanskap kota. Kubah perak ini sudah menjadi bagian dari cakrawala Vancouver sejak dibangun untuk World’s Fair 1986, lalu pernah dipakai sebagai Sochi House saat Winter Games 2010.

Di dalamnya, Science World tetap berfungsi sebagai museum sains dengan teater IMAX. Selama turnamen, tempat ini juga menjadi pusat perhatian tambahan berkat pameran khusus Soccer and Technology dari FIFA Museum yang untuk pertama kalinya dipamerkan di luar Zurich.

Rekayasa di balik tampilan bola raksasa

Pelaksanaan proyek ternyata jauh lebih rumit dari sekadar memasang lapisan dekoratif. Tim hanya memiliki cetak biru tangan asli karya arsitek lokal Bruno Freschi, sehingga pengukuran detail harus dilakukan dari awal.

Untuk memetakan struktur secara presisi, sebuah drone diterbangkan dan memindai setiap panel kubah geodesik dengan laser. Hasil pemindaian menunjukkan bahwa ukuran panel-panel tersebut sedikit berbeda satu sama lain.

Panel lentur kemudian dibuat khusus, diberi nomor sesuai posisinya, lalu dipasang menggunakan pengikat yang memungkinkan gerakan kecil saat angin bertiup. Tim juga menata orientasi visual agar tampilan akhirnya lebih efektif saat ditangkap kamera televisi dan dibagikan publik.

Elemen ProyekDetail
LokasiScience World, downtown Vancouver
Bentuk akhirReplika bola sepak raksasa setinggi 17 lantai
Pengukuran strukturPemindaian drone dengan laser
Material tambahanPanel lentur khusus bernomor

Menurut Rob Hollingsworth, senior director for commercial sales and partnerships di Science World, logo pada bola dan arah trofi dibuat menghadap tenggara. Dari sudut itu, satu bingkai gambar bisa menangkap Science World, stadion, pusat kota, air, dan pegunungan sekaligus.

Pengaturan visual tersebut memperlihatkan bahwa proyek ini memang dirancang bukan hanya untuk dilihat langsung, tetapi juga untuk hidup di layar. Hasilnya, kubah Science World berubah menjadi latar yang mudah dikenali dan kuat secara komposisi gambar.

Efek ke kota dan perhatian publik

Selama turnamen, jumlah pengunjung museum ikut meningkat. Namun perhatian terbesar justru datang dari dunia maya, yang dipenuhi foto kubah Science World dalam balutan bola sepak raksasa.

Hollingsworth mengatakan pihaknya berharap gambar itu ditangkap broadcaster sebagai citra ikonik Vancouver dan tersebar ke seluruh dunia. Yang tidak sepenuhnya mereka antisipasi adalah ledakan media sosial organik yang muncul setiap hari dari publik.

Science World akhirnya tidak hanya menjadi museum yang sibuk selama World Cup, tetapi juga simbol visual Vancouver yang paling mudah dikenali. Bagi banyak penonton turnamen, kubah raksasa di atasnya sudah menjadi salah satu gambar paling menonjol dari kota tuan rumah.

Di tengah sorotan itu, Science World tetap menjalankan perannya sebagai ruang sains dan edukasi. Perpaduan antara fungsi museum, pameran FIFA, dan tampilan bola raksasa membuat bangunan ini menempati posisi unik di antara instalasi turnamen yang sekadar dekoratif.

Alih-alih hanya menjadi hiasan sementara, proyek ini berhasil mengubah arsitektur lama menjadi identitas visual baru bagi Vancouver selama World Cup. Itulah yang membuat Science World menonjol bukan karena ukuran bangunannya saja, tetapi karena cara kota itu memanfaatkannya secara cermat.

Terkait