Strategy kembali jadi sorotan setelah menambah 13.927 BTC senilai $1 miliar pada rentang 6-12 April. Pembelian itu dilakukan dengan harga rata-rata $71.902 per koin, lalu ikut mengangkat posisi Michael Saylor dan perusahaannya kembali ke zona untung di atas kertas ketika Bitcoin sempat menembus sekitar $75.600 pada 14 April.
Lonjakan harga BTC tersebut menjadi titik penting bagi Strategy karena kepemilikan Bitcoin perusahaan sudah sangat besar. Saat pasar bergerak naik, valuasi portofolio mereka langsung membaik, meski pergerakan harga kripto tetap dikenal sangat cepat berbalik arah.
Pembelian besar tanpa menambah dilusi saham biasa
Strategy mengumumkan transaksi ini dalam laporan pada 13 April. Dana pembelian tidak berasal dari penerbitan saham biasa MSTR, melainkan dari penjualan 10 juta saham preferen STRC.
Skema ini penting karena tidak menambah dilusi bagi pemegang saham biasa. Bagi pasar, langkah tersebut menunjukkan bahwa Strategy masih punya cara untuk mengakumulasi Bitcoin tanpa harus terus menekan jumlah saham MSTR yang beredar.
STRC jadi sumber dana baru bagi akumulasi Bitcoin
STRC adalah saham preferen Strategy yang diperdagangkan sekitar $100 per saham dan menawarkan dividen tahunan 11,5%. Instrumen ini menarik bagi investor yang mencari imbal hasil, sementara Strategy memakai dana hasil penjualannya untuk membeli Bitcoin tambahan.
Pada 13 April, volume perdagangan harian STRC mencapai $1.156 miliar. Angka itu naik 46,5% dari rekor sebelumnya dan memperlihatkan tingginya minat pasar terhadap instrumen pendanaan yang kini menjadi bagian penting dari strategi akumulasi BTC perusahaan.
- Dana dihimpun lewat penjualan STRC, bukan MSTR.
- Pembelian Bitcoin dilakukan tanpa dilusi saham biasa.
- Volume STRC yang tinggi membuka ruang pendanaan lebih besar.
- Strategy masih punya kapasitas penerbitan tambahan untuk langkah berikutnya.
Rata-rata harga beli mulai terkejar oleh harga pasar
Harga beli rata-rata terbaru di level $71.902 membantu menurunkan biaya rata-rata portofolio Bitcoin Strategy. Secara keseluruhan, perusahaan kini memegang sekitar 780.897 BTC dengan harga rata-rata seluruh kepemilikan di $75.577 per koin.
Ketika Bitcoin bergerak ke sekitar $75.600 pada 14 April, nilai pasar pegangan itu kembali berada di atas titik impas. Itu menjadi momen pertama sejak Januari saat treasury Bitcoin Strategy kembali untung di atas kertas, walau pada sesi berikutnya BTC masih bergerak di sekitar $74.000.
Risiko tetap tinggi karena posisi sangat sensitif terhadap BTC
Sepanjang bagian besar tahun ini, Strategy berada di zona merah karena harga Bitcoin berada di bawah rata-rata biaya akuisisinya. Perusahaan bahkan sempat melaporkan kerugian belum terealisasi sebesar $14.46 miliar pada kuartal pertama, sementara penurunan BTC ke $60.000 membuat kerugian di atas kertas mendekati $12 miliar.
Kondisi itu kembali memunculkan pertanyaan soal risiko strategi agresif Saylor. Namun, pembelian terbaru menunjukkan perusahaan masih yakin pada arah jangka panjang Bitcoin meski volatilitas harga tetap tinggi.
Target 1 juta BTC masih jauh
Strategy sebelumnya menyatakan target menguasai 1 juta BTC pada akhir 2026. Dengan kepemilikan sekitar 780.897 BTC, perusahaan masih membutuhkan kira-kira 219.000 BTC lagi untuk mencapai sasaran tersebut.
Berikut ruang pendanaan yang masih tersedia berdasarkan data terbaru:
| Sumber dana | Nilai |
|---|---|
| STRC yang masih diotorisasi untuk dijual | $21.6 miliar |
| Saham MSTR yang masih diotorisasi untuk dijual | $27.1 miliar |
| Total potensi pendanaan | hampir $49 miliar |
Dengan harga Bitcoin saat ini, kapasitas itu secara teori masih cukup untuk membeli lebih dari 600.000 BTC. Meski demikian, Strategy tampaknya tetap memilih pembelian bertahap sambil membaca kondisi pasar dan menjaga fleksibilitas pendanaan.
Tidak semua analis memandang langkah ini tanpa risiko. TD Cowen memangkas target harga saham Strategy sebesar 20% menjadi $350, yang menunjukkan pasar masih mencermati biaya pendanaan dan sensitivitas perusahaan terhadap harga Bitcoin.
Di sisi lain, Saylor tetap menegaskan bahwa dividen STRC bisa ditopang bila Bitcoin tumbuh sekitar 2% per tahun dalam jangka panjang. Pandangan itu menjadi dasar dari strategi akumulasi yang terus mendorong Strategy kembali membeli BTC setiap kali peluang pasar muncul.







