Samsung disebut sedang menyiapkan langkah yang bisa membuat Galaxy Watch Ultra 2 terasa lebih mudah dijangkau. Bocoran terbaru mengarah pada kehadiran varian Bluetooth dan Wi-Fi-only, sehingga calon pembeli tidak lagi harus selalu memilih model dengan konektivitas seluler bawaan.
Perubahan ini menjadi menarik karena Galaxy Watch Ultra generasi pertama yang meluncur pada 2024 hanya hadir dalam satu konfigurasi 4G LTE. Jika kabar ini akurat, Samsung untuk pertama kalinya akan menawarkan opsi Ultra yang lebih murah tanpa eSIM.
Pilihan baru di kelas Ultra
Kehadiran model non-seluler memberi Samsung lebih banyak ruang untuk membagi kebutuhan pengguna. Satu varian bisa tetap ditujukan untuk mereka yang ingin tetap online tanpa ponsel, sementara varian lain cukup mengandalkan Bluetooth dan Wi-Fi untuk pemakaian yang lebih sederhana.
Perbedaan itu juga relevan untuk penggunaan harian. Model eSIM cocok bagi pengguna yang sering beraktivitas tanpa membawa ponsel, sedangkan model Bluetooth/Wi-Fi lebih pas bagi mereka yang hampir selalu memakai jam tangan bersama smartphone.
Bagi pasar smartwatch premium, strategi seperti ini dapat membuka pintu harga yang lebih rendah. Dengan menghapus konektivitas seluler bawaan, Samsung berpotensi membuat Galaxy Watch Ultra 2 lebih menarik bagi pembeli yang ingin masuk ke kelas Ultra tanpa membayar paket fitur yang tidak mereka perlukan.
Selama ini, label Ultra identik dengan fitur lengkap dan harga yang tinggi. Karena itu, hadirnya versi yang lebih sederhana bisa menjadi langkah penting untuk memperluas daya tarik lini premium Samsung.
Apa yang sudah terungkap sejauh ini
Informasi yang beredar belum memuat harga, spesifikasi lengkap, atau daftar fitur teknis dari varian baru itu. Detail paling penting sejauh ini justru ada pada konfigurasi konektivitas yang berbeda dari model Ultra sebelumnya.
GalaxyClub menyebut varian lebih murah tersebut sedang disiapkan untuk pasar Eropa. Model ini dikabarkan akan mengandalkan Bluetooth dan Wi-Fi, bukan eSIM bawaan seperti versi seluler.
Samsung sendiri belum memberi konfirmasi resmi soal susunan final lini Galaxy Watch terbaru. Namun, bocoran yang muncul mengarah pada kemungkinan bahwa perusahaan ingin memberi lebih banyak pilihan tahun ini.
Keputusan itu juga masuk akal dari sisi konsumen. Pilihan yang lebih banyak biasanya membuat pembeli tidak harus membayar fitur yang tidak mereka gunakan, terutama untuk konektivitas seluler yang tidak dibutuhkan semua orang.
Eropa jadi kandidat awal, AS belum pasti
Fokus awal pada Eropa membuat wilayah itu menjadi pasar pertama yang paling mungkin menerima varian non-seluler dari Galaxy Watch Ultra 2. Di sisi lain, situasi untuk pasar Amerika Serikat masih belum jelas.
Laporan yang beredar justru menyebut Samsung akan meluncurkan varian Galaxy Watch Ultra 2 5G di AS. Meski begitu, hal itu belum otomatis menutup peluang hadirnya model yang lebih murah di pasar tersebut.
Ketidakjelasan distribusi regional ini membuat strategi Samsung patut dicermati. Jika perusahaan benar-benar membedakan pasar berdasarkan jenis konektivitas, pendekatan peluncurannya bisa berbeda dari generasi sebelumnya.
Untuk pembeli, kabar ini penting karena Galaxy Watch Ultra termasuk salah satu smartwatch paling premium dari Samsung. Kehadiran versi yang lebih murah dapat menarik pengguna yang menyukai desain dan posisi produk Ultra, tetapi tidak membutuhkan koneksi seluler mandiri.
Model seperti ini juga bisa memperluas basis pembeli tanpa mengubah identitas utama produk. Samsung tetap bisa mempertahankan varian seluler untuk pengguna yang membutuhkan kebebasan penuh, sambil menawarkan opsi yang lebih ramah harga bagi pengguna lain.
Di saat yang sama, bocoran ini memberi sinyal bahwa pembaruan tahun ini mungkin bukan sekadar penyegaran rutin. Perubahan pilihan konektivitas menunjukkan Samsung tampaknya sedang menata lini wearable yang lebih fleksibel, dengan kemungkinan Galaxy Watch Ultra 2 hadir dalam versi yang lebih terjangkau.
Source: www.androidpolice.com






