Samsung tampak ingin mengubah cara publik melihat layar premium. Di Australian Tech Summit 2026 di Sydney, perusahaan itu menegaskan bahwa AI kini berada di pusat pengalaman menonton dan bermain, bukan lagi sekadar fitur tambahan.
Arah itu terlihat dari dua panggung sekaligus. Samsung memamerkan TV AI terbaru untuk rumah, sambil memperlihatkan monitor Odyssey yang mendorong batas imersi, resolusi, dan kecepatan untuk gamer serta pengguna kelas berat.
TV Micro RGB jadi pusat perhatian
Lini TV Micro RGB 2026 menjadi salah satu sorotan terbesar di acara tersebut. Seri ini hadir lewat R95H dan R85H, dengan salah satu pilihan ukuran mencapai 75 inci.
Samsung membekali TV ini dengan Micro RGB AI Engine Pro untuk mengoptimalkan warna dan kontras secara real-time. Perusahaan juga menonjolkan dukungan cakupan warna 100% BT.2020 untuk menghadirkan tampilan yang lebih hidup dan akurat.
Di sisi kenyamanan visual, Samsung menyematkan teknologi glare-free untuk mengurangi pantulan cahaya. Ada pula Micro RGB Precision Color 100 dan Vision AI Companion yang diposisikan untuk memperkuat kualitas gambar sekaligus pengalaman yang lebih personal.
OLED tetap diposisikan sebagai kelas premium
Selain Micro RGB, Samsung juga membawa lini TV OLED 2026 ke Sydney. Lini ini dipresentasikan sebagai opsi premium dengan kualitas gambar sinematik dan desain yang lebih halus.
Model yang paling disorot adalah S95H berukuran 77 inci. Samsung menyebut TV ini menawarkan peningkatan brightness, performa HDR yang lebih canggih, dan tampilan desain yang modern.
Vision AI Companion kembali masuk ke lini OLED tersebut. Fitur ini memungkinkan pengguna menemukan konten dan berinteraksi langsung dari TV, sementara Art Mode dan Art Store membuat perangkat tetap relevan saat tidak dipakai menonton.
Samsung juga memperkenalkan FloatLayer Design pada TV OLED terbarunya. Desain ini memberi kesan lebih ringan dan lebih elegan pada perangkat.
Odyssey 3D tanpa kacamata mencuri perhatian
Di kategori monitor, Samsung menampilkan lini Odyssey sebagai penyeimbang kuat bagi jajaran TV premiumnya. Fokus utamanya ada pada teknologi 3D tanpa kacamata, resolusi sangat tinggi, dan refresh rate tinggi untuk kebutuhan gaming kompetitif.
Model yang paling menyita perhatian adalah Odyssey 3D 27 inci dengan kode G90XF. Monitor ini memakai teknologi eye-tracking dan view-mapping untuk menghadirkan pengalaman 3D tanpa kacamata.
Samsung melengkapinya dengan refresh rate 165Hz dan response time 1ms GtG2. Kombinasi itu menunjukkan bahwa efek imersif tetap dibarengi respons cepat yang dibutuhkan pemain gim.
Odyssey G8 dan OLED G8 ikut memperkuat lini monitor
Samsung juga memamerkan Odyssey G8 32 inci dengan kode G80HS. Monitor ini membawa resolusi 6K, yang menempatkannya di segmen performa visual kelas atas.
Pada mode utamanya, Odyssey G8 mendukung refresh rate 165Hz. Samsung juga menyebut monitor ini bisa beralih ke mode 330Hz pada resolusi lebih rendah, yaitu 3K.
Pilihan lain yang ikut ditampilkan adalah Odyssey OLED G8 32 inci dengan kode G80SH. Model ini memakai panel 4K QD-OLED dan refresh rate 240Hz untuk memadukan warna tinggi dengan kelancaran gerak.
Strategi layar Samsung makin jelas
Presentasi di Sydney memperlihatkan bahwa Samsung tidak sekadar memamerkan spesifikasi baru. Perusahaan sedang menyusun arah bahwa masa depan layar premium ditentukan oleh kualitas gambar, desain yang matang, dan AI yang membuat layar terasa lebih intuitif.
Samsung sendiri menyebut lini display 2026 menggabungkan fitur yang paling dihargai konsumen pada TV dan monitor. Di satu sisi ada pengalaman menonton cerdas di rumah, dan di sisi lain ada kebutuhan gamer yang menginginkan imersi, resolusi tinggi, serta kecepatan ekstrem dalam satu ekosistem display.
