
Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Timur memberikan penghargaan kepada Said Abdullah dalam rangkaian Hari Pers Nasional yang digelar di Dyandra Convention Hall, Surabaya, pada Kamis, 15 April 2026. Penghargaan itu menyorot peran Said dalam menjaga arah kebijakan fiskal agar tetap berpihak kepada rakyat di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan publik.
PWI Jatim menilai penghargaan tersebut layak diberikan karena Said dianggap ikut menjaga kesehatan fiskal bersama Menteri Keuangan saat harga minyak dunia naik. Kondisi itu disebut membantu menahan agar harga BBM tidak ikut naik, sehingga keputusan fiskal tetap menjaga daya beli masyarakat.
Dasar Penghargaan PWI Jatim
Ketua PWI Jawa Timur, Lutfi El Hakim, menyebut Said sebagai tokoh Madura dan Ketua Badan Anggaran DPR yang konsisten mengawal kebijakan fiskal pro rakyat. Menurut Lutfi, peran itu penting karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara harus terus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Berikut poin utama yang menjadi dasar apresiasi tersebut:
- Menjaga arah kebijakan fiskal tetap sehat.
- Berperan dalam meredam tekanan ekonomi akibat kenaikan harga minyak.
- Mendukung upaya agar harga BBM tidak naik.
- Mengawal APBN agar tetap pro rakyat.
Penghargaan ini juga menjadi penanda bahwa peran parlemen dalam urusan anggaran mendapat sorotan publik. Di tengah situasi ekonomi yang sensitif terhadap harga energi, keputusan fiskal kerap berdampak langsung pada kebutuhan harian masyarakat.
Respons Said Abdullah
Said Abdullah menyampaikan terima kasih atas penghargaan dari PWI Jatim dan menyebut apresiasi itu sangat berarti. Ia juga menilai dirinya belum sepenuhnya pantas menerima penghargaan tersebut, meski tetap menghargai kepercayaan yang diberikan insan pers.
Dalam sambutannya, Said menegaskan bahwa pers harus tetap menjadi pilar keempat demokrasi. Ia meminta pers menjalankan fungsi kontrol terhadap kekuasaan, baik di DPR, pemerintah pusat, maupun pemerintah daerah.
Pesan Said untuk Pers
Said menyoroti bahwa jurnalisme bukan sekadar penyampai berita, tetapi juga profesi yang punya tanggung jawab besar terhadap publik. Ia menekankan bahwa media harus memberi ruang bagi masyarakat untuk memahami realitas politik, ekonomi, dan kebijakan negara secara objektif.
Poin pesan Said dalam momen tersebut antara lain:
- Pers harus menjadi alat kontrol kekuasaan.
- Jurnalisme adalah profesi luhur.
- Media menjadi jendela publik untuk melihat dunia.
- Pers harus objektif dan berpihak pada kebenaran.
Said juga mengucapkan selamat Hari Pers Nasional kepada para pekerja media. Ia meminta insan pers tetap menjaga objektivitas di tengah dinamika politik dan tantangan demokrasi yang terus berubah.
Penghargaan Lain di HPN
Selain Said Abdullah, PWI Jatim juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah tokoh lain pada acara yang sama. Salah satunya Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang dinilai berhasil menghadirkan terobosan dan inovasi dalam kepemimpinan daerah.
PWI Jatim menempatkan ajang penghargaan ini sebagai ruang pertemuan antara pers dan tokoh publik yang dinilai berkontribusi pada kepentingan masyarakat. Dalam momentum HPN tersebut, pesan yang mengemuka bukan hanya soal apresiasi, tetapi juga pentingnya kebijakan yang menjaga kepentingan rakyat dan peran pers yang tetap kuat dalam demokrasi.
Source: www.liputan6.com




