Sadio Mane Pernah Hampir ke Manchester United, Kini Masih Buka Pintu untuk Liga Inggris

Author: Cung Media

Sadio Mane kembali menarik perhatian setelah mengakui bahwa dirinya pernah sangat dekat bergabung dengan Manchester United saat masih membela Southampton. Di saat yang sama, ia juga memberi sinyal bahwa pintu untuk kembali ke Liga Inggris belum tertutup.

Pengakuan itu menghidupkan lagi cerita lama tentang keputusan besar yang mengubah arah kariernya. Mane akhirnya memilih Liverpool, langkah yang ia ambil setelah yakin dengan proyek besar yang ditawarkan Jurgen Klopp.

Kontrak ke Old Trafford yang nyaris selesai

Mane menyebut proses menuju Manchester United kala itu sudah berada di tahap lanjut. Ia mengatakan bahwa kontrak sudah disiapkan dan kesepakatan hampir rampung sebelum arah transfernya berubah.

“Saya sangat dekat untuk pergi ke Manchester United. Saya sudah memiliki kontrak di sana,” ujar Mane. Namun, pada akhirnya ia memilih Liverpool sebagai tujuan berikutnya.

Keputusan itu bukan sekadar soal klub, tetapi soal keyakinan terhadap visi yang dibawa Klopp. Mane menilai rencana yang ditawarkan Liverpool saat itu lebih meyakinkannya untuk mengambil langkah besar dalam kariernya.

Klopp jadi faktor penentu

Mane mengingat panggilan Klopp sebagai momen penting dalam proses memilih klub. Ia merasa didorong untuk menjadi bagian dari proyek jangka panjang yang sedang dibangun di Anfield.

“Saya yakin untuk mengikuti proyek Klopp,” kata Mane. Ia menambahkan bahwa percakapan awal dengan sang pelatih meninggalkan kesan kuat dan memengaruhi keputusannya.

Hasilnya, pilihan itu terbukti mengubah perjalanan karier Mane secara signifikan. Bersama Liverpool, ia berkembang menjadi salah satu penyerang paling berbahaya di Eropa dan ikut mempersembahkan gelar-gelar besar.

United memang sempat serius memburunya

Ketertarikan Manchester United kepada Mane bukan sekadar rumor lama. Louis van Gaal pernah mengakui bahwa Mane adalah salah satu pemain yang sangat ingin direkrutnya saat menangani Setan Merah.

“Sadio Mane adalah pemain tim yang sesungguhnya dan itulah alasan saya sangat ingin merekrutnya,” ujar Van Gaal. Ia juga menilai gaya bermain Mane sangat menyulitkan lawan.

Pernyataan itu menegaskan bahwa Mane pernah menjadi target serius United, bukan hanya opsi cadangan. Meski begitu, jalan transfer justru membawanya ke Liverpool dan bukan ke Old Trafford.

Peluang kembali ke Liga Inggris belum tertutup

Spekulasi tentang masa depannya di Inggris muncul lagi setelah Mane bertemu politikus Inggris sekaligus pendukung Newcastle United, Lord Callanan, dalam sebuah konferensi. Saat ditanya soal kemungkinan kembali bermain di Inggris, jawabannya justru membuka ruang tafsir baru.

“Jangan pernah katakan tidak pernah!” ujar Mane. Kalimat singkat itu membuat peluang kembalinya ke kompetisi tertinggi Inggris terasa belum sepenuhnya tertutup.

Meski begitu, fokus Mane saat ini tetap tertuju pada Timnas Senegal yang tengah tampil di Piala Dunia 2026. Di level klub, ia juga masih produktif bersama Al-Nassr dengan catatan 51 gol dari 129 penampilan di semua kompetisi selama tiga musim.

Jejak besar di Liverpool masih melekat

Nama Mane tetap identik dengan era sukses Liverpool di bawah Klopp. Selama enam musim di Anfield, ia menjadi bagian penting dari tim yang menjuarai Liga Inggris dan Liga Champions.

Setelah meninggalkan Liverpool, Mane sempat memperkuat Bayern Munchen sebelum melanjutkan karier ke Al-Nassr. Di usia 34 tahun, masa depannya di level klub masih cukup menarik untuk dipantau, apalagi setelah ia kembali membuka kemungkinan bermain di Liga Inggris.

Source: www.suara.com
Terbaru