GPS Mobil Tak Cuma Satelit, Smart Tag Ternyata Bekerja dengan Cara yang Berbeda

Author: Cung Media

Istilah GPS mobil sering terdengar seolah semua perangkat pelacak bekerja dengan cara yang sama. Padahal, alat yang dipasang di kendaraan bisa punya fungsi, sumber data, dan cara kirim lokasi yang sangat berbeda.

Perbedaan itu penting dipahami setelah ramai pembahasan soal perangkat pelacak yang disebut terpasang diam-diam di bawah mobil pribadi mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada, Tiyo Ardianto, lewat video di akun Instagram @tiyoardiyanto_. Dari situ, publik kembali menyoroti jenis alat pelacak yang benar-benar dipakai pada kendaraan.

Tiga jenis perangkat yang umum ditemui

Menurut Adi, admin Superspring Bogor, ada tiga jenis perangkat yang umum dikenal di pasaran Indonesia, yaitu GPS tracker, GPS navigasi, dan smart tag atau Bluetooth tracker. Ketiganya sama-sama berkaitan dengan lokasi, tetapi tujuan pemakaiannya tidak sama.

GPS tracker fokus pada keamanan kendaraan. Perangkat ini biasanya dipasang tersembunyi di sistem kelistrikan mobil untuk memantau lokasi kendaraan secara real-time.

Alat ini sering dipakai untuk mencegah pencurian atau memantau armada kendaraan bisnis. Karena terhubung ke sistem pemantauan, fungsinya lebih kuat untuk pelacakan daripada membantu pengemudi mencari jalan.

Berbeda dari itu, GPS navigasi dipakai untuk membantu perjalanan. Wujudnya bisa berupa layar mandiri seperti Garmin Nuvi, menjadi bagian dari head unit mobil, atau hadir lewat Android Auto, Apple CarPlay, dan sistem navigasi bawaan pabrikan.

Fokus utamanya adalah memberi petunjuk arah visual dan rute jalan kepada pengemudi. Jadi, perangkat ini membantu orang sampai tujuan, bukan diam-diam mengawasi posisi mobil dari jauh.

Smart tag atau Bluetooth tracker berada di kategori yang berbeda lagi. Bentuknya kecil, portabel, dan awalnya dibuat untuk melacak barang, bukan kendaraan.

Contoh perangkat yang masuk kategori ini antara lain Apple AirTag, Samsung SmartTag, dan produk pihak ketiga lainnya. Karena harganya lebih murah dan tidak memerlukan biaya bulanan, sebagian pemilik mobil kemudian memakainya sebagai pelacak cadangan.

Perbedaan cara kerja yang sering disalahpahami

GPS tracker dan GPS navigasi sama-sama mengandalkan sinyal satelit GNSS atau GPS untuk mengunci koordinat. Setelah itu, masing-masing perangkat mengolah data tersebut dengan tujuan yang berbeda.

Pada GPS navigasi, koordinat yang diterima langsung diterjemahkan menjadi tampilan peta di layar. Pengemudi pun bisa melihat posisi kendaraan, jalur perjalanan, dan arah belokan secara visual.

GPS tracker bekerja dengan cara lain karena koordinat dari satelit dikirim lagi lewat jaringan internet kartu SIM, seperti 2G atau 4G. Data itu masuk ke server aplikasi di ponsel pemilik mobil agar lokasi kendaraan bisa dipantau dari jarak jauh.

Sistem ini membuat GPS tracker tidak hanya mengetahui posisi mobil, tetapi juga membagikannya secara real-time kepada pengguna yang berwenang. Itulah sebabnya alat ini lebih cocok untuk pengawasan kendaraan daripada navigasi harian.

Smart tag bukan GPS murni

Smart tag sering disangka sebagai GPS kecil untuk mobil, padahal perangkat ini tidak memiliki chip GPS dan tidak terhubung langsung ke satelit. Adi menjelaskan, smart tag bekerja dengan memancarkan sinyal Bluetooth Low Energy atau BLE.

Lokasinya diketahui lewat koneksi internet dan GPS milik smartphone lain yang kebetulan berada di dekat perangkat tersebut. Artinya, smart tag bergantung pada keberadaan ponsel di sekitarnya untuk membantu mengirim informasi lokasi.

Karena mekanisme itu, smart tag lebih tepat disebut pelacak berbasis ekosistem perangkat di sekitar. Fungsinya memang bisa membantu menemukan barang atau kendaraan dalam kondisi tertentu, tetapi cara kerjanya jauh berbeda dari GPS tracker yang aktif memantau lokasi kendaraan secara langsung.

Perbedaan ketiganya penting agar pengguna tidak menyamakan semua alat pelacak mobil. Ada perangkat keamanan yang disembunyikan dan terhubung ke jaringan seluler, ada perangkat navigasi untuk memandu perjalanan, dan ada smart tag yang bergantung pada Bluetooth serta keberadaan smartphone lain di dekatnya.

Dengan memahami kategori ini, pemilik mobil bisa menilai fungsi alat yang ditemukan pada kendaraan dengan lebih tepat. Pengetahuan itu membantu membedakan apakah perangkat tersebut ditujukan untuk memandu perjalanan, memantau kendaraan secara real-time, atau sekadar menjadi pelacak cadangan dengan kemampuan terbatas.

Source: otomotif.kompas.com
Terbaru