Rusia Hujani Kyiv dengan 41 Rudal, Pertahanan Patriot Ukraina Kian Tertekan

Gelombang 41 rudal yang diluncurkan Rusia ke Kyiv pada Minggu (19/7) menjadi tekanan berat bagi perlindungan ibu kota Ukraina. Angkatan Udara Ukraina menyatakan hanya 18 rudal yang berhasil dicegat dalam serangan yang disebut sebagai penggunaan rudal balistik terbesar terhadap Kyiv sejak perang dimulai.

Serangan tersebut menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai 16 lainnya. Kebakaran dilaporkan muncul di enam distrik, mengenai bangunan hunian, perkantoran, fasilitas industri, asrama, hingga kendaraan.

Rudal Balistik Menguji Pertahanan Kyiv

Skala serangan rudal Rusia ini kembali menyoroti keterbatasan amunisi pencegat yang dihadapi Ukraina. Sistem Patriot menjadi salah satu andalan Kyiv untuk menghadapi rudal balistik, tetapi persediaan rudal pencegatnya disebut terbatas.

Tekanan terhadap pertahanan udara Ukraina meningkat karena Rusia telah menggunakan rudal balistik setidaknya dalam tujuh serangan sepanjang Juli. Kondisi ini membuat setiap gelombang serangan berisiko menimbulkan dampak lebih luas terhadap kawasan sipil.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengecam serangan tersebut. “Ini adalah serangan teroris brutal terhadap ibu kota Ukraina,” kata Sybiha.

WilayahDampak yang DilaporkanRespons atau Keterangan
Kyiv1 orang tewas, 16 terluka, kebakaran di enam distrikPetugas mengevakuasi warga dari bangunan terbakar
DnipropetrovskSeorang warga tewas akibat serangan droneInformasi disampaikan pejabat regional Oleksandr Ganzha
ZaporizhiaDrone menghantam kereta penumpang, seorang kondektur tewasPerusahaan kereta api nasional merilis foto gerbong terbakar

Api Menyebar di Kawasan Sipil

Dampak serangan di Kyiv tidak hanya terlihat dari jumlah korban, tetapi juga dari sebaran titik kebakaran. Media Indonesia melaporkan api muncul di sejumlah lokasi, termasuk Distrik Solomianskyi, Desnianskyi, dan Dniprovskyi.

Di Distrik Sviatoshynskyi, petugas penyelamat mengevakuasi empat orang dari sebuah rumah yang terbakar. Operasi penyelamatan juga berlangsung di Distrik Shevchenkivskyi setelah api melanda bangunan tiga lantai.

Dinas Darurat Negara Ukraina mencatat kerusakan terjadi pada beragam properti sipil dan sarana transportasi. Serangan malam hari itu memperlihatkan risiko yang dihadapi warga ketika rudal menembus atau gagal dihentikan oleh sistem pertahanan udara.

Serangan Meluas hingga Wilayah Lain

Gelombang serangan Rusia tidak hanya menyasar ibu kota. Di Dnipropetrovsk, seorang warga dilaporkan tewas akibat serangan drone, menurut pejabat regional Oleksandr Ganzha.

Di wilayah Zaporizhia, drone dilaporkan menghantam kereta penumpang. Perusahaan kereta api nasional Ukraina menyatakan seorang kondektur tewas dan merilis foto yang memperlihatkan sejumlah gerbong terbakar.

Di tengah serangan terhadap wilayah Ukraina, Kyiv juga menyatakan pasukannya menyerang dua kapal tanker minyak Rusia di Laut Hitam. Langkah itu disebut sebagai bagian dari upaya menghambat pasokan bahan bakar dan logistik menuju Semenanjung Krimea yang diduduki Rusia.

Rangkaian peristiwa ini menunjukkan perang terus menekan warga sipil sekaligus infrastruktur di berbagai wilayah Ukraina. Bagi Kyiv, ketersediaan rudal pencegat Patriot tetap menjadi faktor penting saat Rusia kembali mengandalkan rudal balistik dalam serangan berskala besar.

Source: mediaindonesia.com
Terkait