Rupiah Menguat Tipis, Selisih Kurs Dolar AS di 4 Bank Mencapai Rp168

Author: Cung Media

Penguatan rupiah pada pembukaan perdagangan Selasa, 21 Juli 2026, belum serta-merta membuat biaya membeli dolar AS menjadi seragam. Selisih kurs jual di BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI dapat mencapai Rp168 per dolar AS bila dibandingkan antarlayanan yang tersedia.

Perbedaan itu penting diperhatikan karena setiap bank menawarkan kanal transaksi dengan nilai yang berbeda, mulai dari e-rate dan special rate hingga TT counter serta bank notes. Nasabah yang tidak memeriksa jenis layanan berpotensi memperoleh harga beli atau jual yang kurang menguntungkan dibandingkan kanal lain.

Rupiah Menguat, Dolar Tetap Berbeda di Tiap Kanal

Pada pembukaan perdagangan, rupiah menguat 0,05% atau 9 poin ke posisi Rp17.939 per dolar AS. Pada waktu yang sama, indeks dolar AS atau DXY naik tipis 0,01% menjadi 100,96.

Di kelompok layanan elektronik dan special rate, kurs jual terendah tercatat di BCA sebesar Rp17.947 per dolar AS. Sementara itu, Bank Mandiri menawarkan harga beli tertinggi pada kelompok ini, yakni Rp17.955 per dolar AS.

Bank Jenis Kurs Harga Beli Harga Jual
BCA E-rate Rp17.927 Rp17.947
BRI E-rate Rp17.937 Rp17.967
Bank Mandiri Special rate Rp17.955 Rp17.985
BNI Special rates Rp17.925 Rp17.955

Data e-rate BRI yang tercantum berlaku per 20 Juli 2026, dengan harga beli Rp17.937 dan harga jual Rp17.967 per dolar AS. Adapun BCA mencatat kurs jual e-rate Rp17.947 pada pukul 09.54 WIB, sedangkan Bank Mandiri mencatat kurs jual special rate Rp17.985 pada pukul 09.05 WIB.

BNI menetapkan special rates beli Rp17.925 dan jual Rp17.955 pada pukul 09.50 WIB. Rentang kurs jual pada kelompok elektronik dan special rate tersebut berada antara Rp17.947 hingga Rp17.985 per dolar AS.

TT Counter dan Bank Notes Lebih Tinggi

Selisih yang lebih lebar terlihat pada TT counter dan bank notes, terutama untuk kebutuhan uang tunai. Pada layanan bank notes, BNI mematok harga jual tertinggi, yaitu Rp18.115 per dolar AS.

Bank Layanan Harga Beli Harga Jual
BCA TT counter Rp17.755 Rp18.030
BCA Bank notes Rp17.765 Rp18.040
BRI TT counter Rp17.870 Rp18.070
Bank Mandiri TT counter Rp17.730 Rp18.030
Bank Mandiri Bank notes Rp17.720 Rp18.020
BNI TT counter Rp17.730 Rp18.030
BNI Bank notes Rp17.815 Rp18.115

Tiga bank, yakni BCA, Bank Mandiri, dan BNI, sama-sama menetapkan kurs jual TT counter Rp18.030 per dolar AS. Namun, harga belinya berbeda, dengan BCA di Rp17.755, sedangkan Bank Mandiri dan BNI masing-masing di Rp17.730.

BRI mencatat harga beli TT counter Rp17.870 dan harga jual Rp18.070 per dolar AS. Untuk bank notes, kurs jual BCA berada di Rp18.040, sedangkan Bank Mandiri menetapkannya pada Rp18.020 per dolar AS.

Perbandingan antara kurs jual e-rate BCA Rp17.947 dan kurs jual bank notes BNI Rp18.115 menunjukkan selisih Rp168 per dolar AS. Angka tersebut menggambarkan pentingnya memilih layanan sesuai kebutuhan transaksi, bukan hanya membandingkan nama bank.

Sentimen Global dan Tekanan Domestik

Pergerakan rupiah terjadi setelah mata uang Indonesia ditutup melemah 27 poin ke Rp17.948 per dolar AS pada Senin, 20 Juli 2026. Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah akan ditutup melemah dalam rentang Rp17.940 hingga Rp18.000 per dolar AS.

Menurut Ibrahim, pasar mencermati konflik AS-Iran yang kembali memanas setelah kedua negara saling melancarkan serangkaian serangan selama akhir pekan. Sentimen global tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku pasar dalam membaca arah rupiah.

Dari dalam negeri, perlambatan investasi dan konsumsi rumah tangga yang lesu dinilai dapat menahan pertumbuhan ekonomi nasional di bawah 5%. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 diperkirakan sekitar 4,9% secara tahunan, meski realisasi investasi mencapai Rp511,8 triliun atau tumbuh 7,1% secara tahunan.

Kurs dolar AS dapat berubah mengikuti kondisi pasar dan kebijakan masing-masing bank. Nasabah perlu memeriksa kurs beli, kurs jual, serta kanal transaksi sebelum melakukan penukaran agar nilai yang diperoleh sesuai kebutuhan.

Source: finansial.bisnis.com
Terbaru