Rp 1,33 Triliun Digelontorkan ke Papua Selatan, Merauke Disiapkan Jadi Lumbung Pangan Timur

Merauke kini mendapat dorongan besar untuk naik kelas sebagai pusat produksi pangan di Indonesia timur. Kementerian Pertanian menggelontorkan bantuan sektor pertanian senilai Rp 1,33 triliun untuk Papua Selatan, dengan fokus utama pada modernisasi pertanian dan peningkatan produksi.

Bantuan itu diserahkan langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat Gerakan Tanam di Kampung Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke. Pemerintah pusat menempatkan wilayah ini sebagai titik penting dalam transformasi pertanian yang lebih produktif dan efisien.

Fokus anggaran pada lahan, irigasi, dan alat modern

Dana Rp 1,33 triliun tersebut diarahkan ke program Cetak Sawah Rakyat dan Optimalisasi Lahan. Dukungan itu mencakup pembangunan irigasi, penyediaan alat mesin pertanian, benih, pupuk, pestisida, hingga pengembangan hortikultura dan peternakan.

Amran menegaskan seluruh bantuan ditujukan untuk masyarakat Papua Selatan. Menurut dia, dukungan itu harus memberi dampak langsung pada kenaikan produksi dan kesejahteraan petani.

ProgramAlokasiFokus Utama
Cetak Sawah Rakyat48 ribu hektarePembukaan lahan baru untuk produksi pangan
Optimalisasi Lahan53 ribu hektarePeningkatan pemanfaatan lahan yang sudah ada

Anak muda Papua ikut mengoperasikan teknologi pertanian

Pemerintah juga mendorong pemanfaatan teknologi terkini di Merauke. Operasi pertanian modern itu melibatkan generasi muda setempat sebagai operator utama, termasuk putra daerah dari Semangga dan Kurik.

Menurut Amran, pola tersebut menjadi bentuk transfer teknologi agar anak-anak muda Papua mampu menguasai pertanian modern. Teknologi yang dipakai disebut setara dengan yang digunakan di Jepang, Amerika, dan negara maju lainnya.

Penggunaan drone pertanian dan combine harvester menjadi bagian dari mekanisasi yang mulai diterapkan di lapangan. Penerapan itu disebut telah mendorong indeks pertanaman di Merauke menjadi dua kali tanam dalam setahun, melampaui rata-rata nasional.

Hasil panen dan pendapatan ikut terdorong

Amran menyebut produktivitas lahan di Merauke juga meningkat dibanding sebelumnya. Jika dulu hasilnya berada di kisaran tiga ton per hektare, kini sebagian lahan sudah menghasilkan empat, lima, enam, bahkan tujuh ton per hektare.

Kenaikan hasil panen itu ikut berdampak pada pendapatan petani. Di beberapa wilayah, penghasilan petani disebut naik hingga kisaran 300 persen.

Ia menegaskan bahwa seluruh peralatan yang diberikan pemerintah ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua. Dukungan alat dan teknologi, menurut dia, harus menjadi jalan agar petani memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.

Kolaborasi lintas lembaga jadi penopang

Percepatan sektor pangan di Papua Selatan tidak hanya bertumpu pada anggaran. Amran menilai kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan penyuluh lapangan menjadi faktor penting untuk menjaga hasil di lapangan.

Pemerintah Provinsi Papua Selatan mencatat Kabupaten Merauke memegang porsi terbesar program pangan di Tanah Papua. Wilayah itu mendapat alokasi 48 ribu hektare untuk Cetak Sawah Rakyat dan 53 ribu hektare untuk Optimalisasi Lahan.

Dengan dukungan anggaran jumbo, mekanisasi, dan keterlibatan petani muda, Papua Selatan kini diarahkan menjadi salah satu kawasan strategis bagi penguatan pangan nasional. Fokusnya tetap pada peningkatan produksi, efisiensi kerja, dan manfaat ekonomi yang lebih merata bagi petani setempat.

Terkait