Rittal Pangkas Modifikasi Enclosure dari 8 Jam Jadi 30 Menit lewat ModCenter Jakarta

Proses modifikasi enclosure yang sebelumnya dapat memakan waktu 6 hingga 8 jam kini disebut bisa diselesaikan sekitar 30 menit. Perubahan itu hadir setelah Rittal Indonesia membuka Rittal Modification Center atau ModCenter di Jakarta.

Fasilitas baru ini menyasar kebutuhan industri yang mengejar kesiapan komponen secara cepat, terutama pada proyek manufaktur, energi, data center, dan otomasi industri. Pengerjaan di dalam negeri juga mengurangi kebutuhan pelanggan memodifikasi enclosure sendiri atau mengirimkannya ke Singapura dan India.

Rittal menginvestasikan sekitar 400.000 euro atau sekitar Rp7,6 miliar untuk membangun fasilitas modifikasi pertamanya di Indonesia tersebut. Investasi itu mencakup teknologi machining otomatis Perforex MT, integrasi perangkat lunak engineering EPLAN, serta pelatihan dan sertifikasi engineer lokal.

Perubahan Waktu dan Alur Pengerjaan

Sebelum fasilitas Jakarta beroperasi, proses modifikasi dari Indonesia berpotensi melibatkan pengiriman lintas negara. Kondisi ini dapat memperpanjang durasi pengerjaan, menambah biaya logistik, dan membuat koordinasi proyek lebih rumit.

Dengan ModCenter Jakarta, modifikasi dapat dikerjakan secara lokal dengan standar kualitas global Rittal. Enclosure dapat disiapkan sesuai spesifikasi teknis sebelum dikirim untuk kebutuhan instalasi proyek.

AspekSebelum ModCenterSetelah ModCenter Jakarta
Waktu modifikasi enclosure6–8 jamSekitar 30 menit
Lokasi pengerjaanMandiri atau dikirim ke Singapura/IndiaDi Indonesia
Proses data engineeringBerpotensi memerlukan perpindahan manualTerintegrasi ke produksi melalui EPLAN

Machining Otomatis Terhubung ke Engineering Digital

Fasilitas tersebut menggunakan Perforex MT untuk melakukan machining enclosure secara otomatis. Rittal menyebut teknologi ini mampu mempercepat proses hingga 8 kali pada material baja dan hingga 20 kali pada stainless steel dibandingkan metode manual.

Sistem machining terhubung dengan platform engineering digital EPLAN agar data engineering dapat diteruskan langsung ke tahap produksi. Integrasi ini dirancang untuk menekan perpindahan data manual yang berisiko menambah waktu kerja dan tahapan koordinasi.

Berdasarkan studi internal Rittal, integrasi digital engineering dengan manufaktur otomatis dapat meningkatkan efisiensi proses hingga 74% dalam kondisi tertentu dibandingkan metode konvensional. Perusahaan juga menyebut implementasi proyek dapat berlangsung 70% hingga 80% lebih cepat ketika enclosure telah disiapkan sesuai spesifikasi sejak awal.

Waktu instalasi di lapangan disebut dapat dipangkas hingga 50% sampai 60%. Pekerjaan yang harus dilakukan di lokasi proyek juga berpotensi berkurang sekitar 40% hingga 50% berkat persiapan enclosure sebelum pengiriman.

Vice President Global Product Portfolio Management Rittal Michael Schell menilai kecepatan implementasi kini sama pentingnya dengan kualitas produk. “Pelanggan tidak lagi hanya mencari enclosure yang andal, tetapi juga solusi yang mampu mempercepat keseluruhan proses engineering dan instalasi,” katanya.

Indonesia Masuk Strategi Kapabilitas Lokal Rittal

Executive Vice President ASEAN Region Rittal Ajay Bhargava menyatakan Indonesia menjadi pasar utama dalam strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan di Asia Tenggara. Menurutnya, pertumbuhan manufaktur, pembangunan infrastruktur, dan percepatan digitalisasi memperkuat potensi pasar domestik.

Dalam keterangan resmi, Ajay mengatakan kehadiran ModCenter mencerminkan keyakinan jangka panjang Rittal terhadap potensi Indonesia. Fasilitas ini juga menjadi cara perusahaan menghadirkan kapabilitas engineering global lebih dekat kepada industri lokal.

Managing Director Rittal Indonesia Rahul Yadav menyebut Indonesia sebagai salah satu pasar paling strategis untuk pengembangan kapabilitas lokal perusahaan di Asia Tenggara. ModCenter Jakarta masuk ke jaringan global Rittal Modification Center yang telah beroperasi di lebih dari 15 lokasi dunia.

Operasional fasilitas didukung engineer lokal yang memperoleh pendampingan teknis dari tim regional Asia Tenggara dan kantor pusat Rittal di Jerman. Pendampingan tersebut ditujukan untuk menjaga standar kualitas internasional bagi proyek di sektor manufaktur, energi, data center, dan otomasi industri.

Terkait