
Ribuan warga memadati kawasan Gedung Sate, Kota Bandung, saat rangkaian Milangkala Tatar Sunda digelar. Sorotan utama datang dari Kirab Mahkota Binokasih yang menjadi titik kesembilan dalam acara itu dan mengangkat nilai-nilai kesundaan.
Keramaian di pusat kota itu memperlihatkan besarnya perhatian publik terhadap upaya merawat identitas Sunda. Perayaan ini juga hadir sebagai bagian dari penyambutan Hari Tatar Sunda yang ditetapkan pada 18 Mei.
Kirab Binokasih jadi pusat perhatian
Kirab Mahkota Binokasih menempatkan unsur sejarah sebagai bagian penting dari perayaan. Tradisi ini tidak hanya tampil sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai pengingat atas nilai-nilai kesundaan yang masih dijaga.
Pengangkatan aspek historis memberi bobot tersendiri pada rangkaian Milangkala Tatar Sunda. Simbol budaya yang dihadirkan menghubungkan masyarakat dengan warisan yang ingin terus dirawat.
Gedung Sate dipadati pengunjung
Kawasan Gedung Sate berubah menjadi titik keramaian saat acara berlangsung. Ribuan warga datang untuk mengikuti atau menyaksikan jalannya perayaan.
Antusiasme itu menunjukkan bahwa Milangkala Tatar Sunda memiliki makna lebih luas dari sekadar agenda seremoni. Acara ini juga menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan masyarakat dengan simbol budaya mereka sendiri.
Menjelang Hari Tatar Sunda
Rangkaian kegiatan ini digelar menjelang peringatan Hari Tatar Sunda pada 18 Mei. Penetapan tanggal tersebut memberi konteks penting bagi perayaan yang menonjolkan identitas kesundaan.
Dengan menempatkan sejarah dan nilai budaya dalam satu momentum, acara ini menegaskan upaya menjaga memori kolektif masyarakat Sunda. Di tengah kehidupan kota yang terus bergerak, warisan budaya tetap dihadirkan sebagai bagian yang relevan dan hidup.
Source: jabar.antaranews.com




