Capcom mendapat sinyal kuat bahwa minat terhadap remake horor klasiknya masih sangat besar. Resident Evil Veronica baru saja menembus 1 juta wishlist gabungan di Steam dan PlayStation Store, dan pencapaian itu datang hanya beberapa waktu setelah debut globalnya di Summer Game Fest.
Angka tersebut terasa penting karena game ini baru dijadwalkan rilis pada 2027. Dalam pasar game modern, wishlist sebesar itu menunjukkan antusiasme awal yang tinggi untuk proyek remake yang menyasar salah satu judul paling dikenal di waralaba Resident Evil.
Dukungan dari lebih banyak platform
Capcom mengonfirmasi capaian itu lewat kanal sosial resmi mereka. Dengan tembusnya 1 juta wishlist, Resident Evil Veronica langsung masuk jajaran rilisan mendatang yang paling banyak menarik perhatian di Steam.
Momentum itu masih berpeluang bertambah setelah laman resmi game ini hadir di Xbox Store. Pengguna Xbox Series X/S kini bisa ikut menandai ketertarikan mereka, melengkapi pemain PC dan PlayStation 5 yang sudah lebih dulu bisa memasukkannya ke daftar tunggu.
Langkah multi-storefront seperti ini sejalan dengan pendekatan Capcom pada remake besar mereka. Perusahaan kerap membawa judul andalannya ke PC dan konsol secara bersamaan agar jangkauan audiensnya lebih luas saat hari peluncuran tiba.
Claire Redfield tetap jadi pusat cerita
Minat besar ini juga menegaskan bahwa pemain masih menaruh perhatian pada Claire Redfield. Karakter tersebut tetap menjadi pusat cerita, dengan latar waktu yang masih mengikuti kesinambungan naratif yang sudah dikenal penggemar.
Developer notes resmi menyebut peristiwa di Rockfort Island terjadi hanya tiga bulan setelah Claire melarikan diri dari Raccoon City. Karena itu, desain permainan tidak akan memberi ruang bagi kemampuan tempur ala pasukan militer atau mekanik parry yang lebih agresif.
Alih-alih, gameplay akan bertumpu pada pendekatan bertahan hidup yang lebih tradisional. Capcom ingin mempertahankan nuansa karakter sipil yang kekurangan sumber daya, sehingga tekanan dan keterbatasan tetap menjadi inti pengalaman bermain.
Arah teknis remake makin jelas
Produser Yoshiaki Hirabayashi juga sudah mengonfirmasi salah satu keputusan teknis terpenting. Resident Evil Veronica akan memakai sudut pandang third-person over-the-shoulder yang tetap, tanpa opsi first-person seperti yang muncul di beberapa entri utama terbaru.
Pilihan itu memberi sinyal bahwa Capcom ingin menjaga identitas remake ini tetap dekat dengan formula klasik yang lebih sinematik dan terarah. Di saat yang sama, keputusan tersebut membantu memperjelas ekspektasi pemain sejak awal soal cara game ini akan dimainkan.
Dibangun dengan tim remake andalan Capcom
Capcom mengandalkan tim internal yang juga mengerjakan remake Resident Evil 2 dan Resident Evil 4. Kombinasi pengalaman itu membuat proyek ini dipandang sebagai salah satu remake modern paling penting yang sedang disiapkan perusahaan.
Di sisi teknis, studio ini juga tetap menggunakan RE Engine untuk mendukung pengembangan. Dengan fondasi tersebut, Capcom berupaya menjaga konsistensi kualitas produksi sekaligus memperkuat keterlibatan komunitas di ekosistem perangkat generasi terbaru.
Lonjakan wishlist dalam waktu singkat, perluasan ke lebih banyak storefront, dan kejelasan soal arah gameplay menunjukkan satu hal yang sama. Resident Evil Veronica sudah menjadi salah satu rilisan Capcom yang paling diperhatikan, jauh sebelum tanggal rilisnya tiba.
