Renault Group kini mengambil langkah yang jarang dilakukan produsen mobil besar Eropa: ikut masuk ke produksi drone tempur. Langkah ini menempatkan pabrik otomotif Prancis di jalur yang makin dekat dengan kebutuhan perang modern.
Kemitraan Renault dengan perusahaan teknologi pertahanan Thales diumumkan di pameran pertahanan Eurosatory di luar Paris. Dalam proyek ini, Renault akan membantu memproduksi drone Toutatis untuk memperkuat industri pertahanan Prancis.
Perang Ukraina mengubah arah industri
Perang Rusia melawan Ukraina menjadi pemicu utama perubahan itu. Invasi tersebut mendorong negara-negara Eropa mempercepat belanja pertahanan, sementara perubahan kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah Presiden Trump ikut membuat strategi keamanan kawasan disesuaikan.
Kondisi itu membuka peluang bagi produsen senjata untuk memanfaatkan kapasitas cadangan dari sektor otomotif. Reuters menyebut langkah ini sebagai upaya industri pertahanan memakai kemampuan produksi yang sudah tersedia agar output bisa naik lebih cepat.
Loitering munitions atau drone kamikaze juga sudah memainkan peran penting dalam perang Ukraina. Karena itu, sistem serupa makin dilirik sebagai bagian dari pertahanan modern Eropa.
Peran Renault dan Thales
Dalam pernyataan resminya, CEO Renault Group François Provost mengatakan kemitraan baru dengan Thales menyatukan dua perusahaan unggulan Prancis untuk mendukung industri drone berdaulat Prancis. Ia menegaskan Renault akan membantu merancang, mengindustrialisasi, dan memproduksi drone dalam skala besar dengan waktu lebih singkat dan biaya yang lebih efisien.
Provost juga menyebut proyek ini sebagai kontribusi nyata terhadap inisiatif yang dijalankan bersama Kementerian Angkatan Bersenjata Prancis. Menurut dia, kerja sama ini memperkuat kemampuan pertahanan Prancis sekaligus Eropa.
Chairman dan CEO Thales Patrice Caine menyebut kemitraan tersebut sebagai tonggak penting dalam membangun kemampuan drone berdaulat berskala besar dan berkelas dunia. Ia mengatakan kombinasi kekuatan teknologi Thales dan basis industri Renault akan menjawab kebutuhan angkatan bersenjata sekaligus tuntutan ekonomi masa perang.
Apa yang dibawa drone Toutatis
Toutatis adalah loitering munition jarak pendek yang melayang di atas area target sebelum menyerang. Sistem ini dirancang untuk konflik intensitas tinggi dan dapat dioperasikan oleh prajurit infanteri atau diluncurkan dari kendaraan tempur, pesawat, dan platform angkatan laut.
Drone ini tahan terhadap jamming elektromagnetik dan memiliki hulu ledak yang bisa dikonfigurasi sesuai misi. Toutatis juga mampu beroperasi dalam formasi kawanan atau swarm, dengan operator manusia tetap berada dalam lingkaran pengambilan keputusan.
Renault makin aktif di pertahanan
Renault sebelumnya mengatakan pada Februari lalu bahwa kementerian angkatan bersenjata Prancis meminta langsung perusahaan itu membantu memperkuat sektor pertahanan nasional. Itu menandai semakin terbukanya jalur kerja sama antara industri otomotif dan pertahanan di Prancis.
Kemitraan dengan Thales untuk Toutatis menjadi kerja sama pertahanan kedua antara kedua perusahaan. Sehari sebelum pengumuman proyek ini, Renault dan Thales juga memperkenalkan 4 TROOP, kendaraan taktis yang mengintegrasikan drone, sensor, komunikasi aman hibrida, dan alat pendukung keputusan berbasis AI untuk kebutuhan angkatan darat masa depan.
Di luar proyek Toutatis, Renault juga menjalankan program Chorus bersama pembuat drone Turgis Gaillard untuk mengembangkan model jarak jauh. Demonstrator pertama diharapkan hadir akhir tahun ini, lalu produksi 600 unit per bulan disiapkan di pabrik Le Mans Renault.
Renault juga bekerja sama dengan grup Belgia John Cockerill untuk drone darat. John Cockerill Defense sebelumnya membeli produsen kendaraan militer Prancis Arquus dari produsen truk Swedia Volvo pada 2024.
Meski perannya di sektor pertahanan makin besar, Renault menegaskan bisnis utamanya tetap pembuatan mobil. Namun, dengan kapasitas industri yang mulai diarahkan ke drone tempur, perusahaan ini kini berada di pusat pergeseran besar dalam cara Eropa membangun kesiapan perang.
Produksi Toutatis dijadwalkan dimulai paling cepat pada 2027 di salah satu pabrik Renault. Kapasitas awalnya dipatok 1.000 unit per bulan sejak tahun pertama produksi.
Source: www.cnnindonesia.com






