Fuji Kecewa Berat, Mantan Karyawan Bergaji Dua Digit Diduga Gelapkan Rp1 Miliar

Fujianti Utami atau Fuji mengaku sangat kecewa setelah mendapati mantan karyawannya diduga menggelapkan dana endorse yang nilainya mencapai Rp1 miliar. Ia menilai tindakan itu sulit dimengerti karena selama bekerja, sang mantan karyawan disebut menerima gaji dan bonus dalam jumlah besar setiap bulan.

Kasus ini tidak hanya membuat Fuji merugi secara finansial, tetapi juga memunculkan persoalan kepercayaan yang sudah terlanjur rusak. Di tengah sorotan publik, Fuji menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memperlakukan karyawannya itu secara pelit.

Penghasilan besar, tapi justru diduga menggelapkan dana

Fuji menyebut penghasilan bulanan mantan karyawannya bisa mencapai dua digit. Dari penjelasan itu, ia menilai tidak ada alasan yang masuk akal untuk melakukan penggelapan terhadap dana yang menjadi haknya.

“Aku tidak merendahkan ya. Tapi dengan gaji dia yang oke, kenapa memilih menggelapkan dana? Kenapa? Kurangnya di mana,” kata Fuji.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa masalah ini bagi Fuji bukan sekadar kehilangan uang. Ia juga merasa ada pengkhianatan dari orang yang sebelumnya dipercaya mengurus pekerjaan penting di lingkaran kerjanya.

Fuji bahkan menilai sang mantan karyawan kurang bersyukur atas kesempatan yang telah diberikan. Menurutnya, penghasilan yang sudah besar seharusnya cukup menjadi alasan untuk bekerja dengan baik, bukan justru melakukan tindakan yang merugikan.

Kerugian disebut mencapai Rp1 miliar

Fuji menjelaskan bahwa dana yang diduga digelapkan jumlahnya mencapai Rp1 miliar. Meski nominalnya besar, ia menegaskan tidak ingin memusatkan perhatian pada penggantian uang semata.

Ia lebih mendorong agar proses hukum berjalan dengan adil dan memberi hukuman yang setimpal. “Aku pengin dia dihukum seadil-adilnya. Mau dia balikin juga uangnya dari mana kan? Itu kan nyaris 4 digit yang dia gelapkan,” ujarnya.

Bagi Fuji, uang itu merupakan hasil kerja kerasnya sendiri. Karena itu, kekecewaan yang ia rasakan tidak hanya berkaitan dengan nilai kerugian, tetapi juga dengan hilangnya kepercayaan terhadap orang yang pernah bekerja dekat dengannya.

Laporan sudah masuk penyidikan

Kuasa hukum Fuji, Sandy Arifin, menyampaikan bahwa laporan dugaan penggelapan dana tersebut sudah naik ke tahap penyidikan. Ia juga mengatakan mantan karyawan yang sebelumnya berstatus terlapor dikabarkan sudah mengakui perbuatannya.

Perkembangan itu membuat kasus berjalan ke tahap yang lebih serius. Di sisi lain, perhatian publik ikut tertuju pada bagaimana proses hukum akan berlangsung terhadap dugaan penggelapan yang melibatkan mantan orang kepercayaan Fuji.

Ada dugaan penghapusan data dan penyebaran pesan pribadi

Selain dugaan penggelapan dana endorse, muncul pula informasi bahwa mantan karyawan itu diduga menghapus ribuan data pekerjaan dari ponsel. Ada juga kabar bahwa percakapan pribadi milik Fuji ikut tersebar dan dijadikan bahan ejekan.

Jika informasi tersebut terbukti, persoalan ini akan meluas dari dugaan kerugian uang menjadi urusan data kerja dan privasi pribadi. Kondisi itu membuat kasus yang dihadapi Fuji tidak berdiri sebagai satu masalah tunggal, melainkan rangkaian persoalan yang saling berkaitan.

Di tengah proses penyidikan, publik kini menyoroti bagaimana penegakan hukum akan menindaklanjuti dugaan penggelapan dana besar tersebut. Fuji sendiri tampak tetap fokus pada satu hal utama: agar perkara ini diproses secara adil dan tidak berhenti pada pengakuan semata.

Source: www.medcom.id
Terkait