Harapan pasar terhadap Nintendo Direct terbaru ternyata tidak berujung pada respons yang diinginkan. Meski sorotan besar mengarah ke kabar remake The Legend of Zelda: Ocarina of Time untuk Switch 2, saham Nintendo justru turun lebih dari 10% sejak pembukaan setelah presentasi selesai.
Pergerakan itu menunjukkan investor belum merasa puas dengan deretan game Switch 2 yang dipamerkan. Hype publik sempat naik menjelang acara 9 Juni, tetapi Wall Street tampak lebih dingin ketika Nintendo menampilkan judul-judul yang disiapkan untuk musim belanja akhir tahun.
Pasar tetap ragu meski ada nama besar
Bursa Jepang sudah tutup saat Nintendo Direct dimulai, sehingga reaksi langsung terlihat pada saham asing Nintendo yang diperdagangkan dengan ticker NTDOF. Saham itu melemah tajam selama acara berlangsung.
Tekanan terhadap Nintendo sebenarnya sudah terasa sejak awal 2026, ketika saham perusahaan tercatat turun lebih dari 30%. Namun, harga sempat naik ke titik tertinggi dalam sebulan sebelum Direct, lalu kembali memudar begitu perusahaan memamerkan konten baru untuk Switch 2.
Deretan game baru belum memberi keyakinan penuh
Investor tampaknya menunggu kehadiran game first-party yang lebih kuat untuk mendorong permintaan konsol. Menjelang periode ritel yang penting, judul andalan semestinya bisa memperkuat daya tarik Switch 2 di mata pembeli maupun pasar.
Nintendo memang memperlihatkan beberapa judul besar, termasuk Fire Emblem: Fortune’s Weave yang dijadwalkan hadir sebelum peluncuran 17 September. Ada juga Xenoblade Genesis, tetapi game itu belum akan siap sampai 2027.
Perhatian terbesar justru tertuju pada remake Ocarina of Time. Bocoran sebelumnya dari NateTheHate sudah membuat penggemar menantikan kembalinya game N64 populer itu, dan Link akhirnya muncul di ujung presentasi.
Teaser Zelda dinilai belum cukup meyakinkan
Masalahnya, cuplikan tersebut terasa terlalu singkat bagi sebagian penonton. Walau ada jadwal rilis 2026, video pendek itu tidak menampilkan gameplay dan tidak memberi banyak gambaran soal peningkatan yang dibawa versi baru tersebut.
Kondisi itu membuat antusiasme tidak otomatis berubah menjadi kepercayaan pasar. Bagi investor, nama besar saja belum cukup jika presentasi tidak menunjukkan isi game dengan lebih jelas.
Faktor lain masih membayangi Switch 2
Laporan fiskal tahunan yang dirilis 8 Mei ikut menambah campuran sentimen yang belum sepenuhnya positif. Dalam laporan itu, Nintendo menyebut penjualan Switch 2 telah mencapai 19,86 juta unit sejak perangkat handheld tersebut meluncur pada Juni 2025.
Angka itu menunjukkan awal yang kuat, tetapi kekhawatiran soal harga masih ada. Kenaikan harga Switch 2 yang lebih dulu terjadi di Jepang juga disebut akan menyusul ke wilayah lain pada September.
Di sisi lain, ketiadaan petunjuk kuat soal petualangan baru Mario ikut menambah kekecewaan sebagian pengamat. Bahkan, holiday season tampaknya belum akan diisi judul Mario baru, termasuk sekuel Super Mario Odyssey yang sempat dirumorkan.
Reaksi tajam setelah acara besar memang kerap dipengaruhi ekspektasi yang terlalu tinggi. Namun, dengan kekhawatiran soal pasokan komponen dan profitabilitas Switch 2 yang masih membayangi, pasar tampaknya masih menunggu bukti yang lebih kuat dari Nintendo.
Source: www.notebookcheck.net






