Rekonstruksi Penyekapan YTR Dipindah ke Polda Jabar, Ini Alasan Keamanannya

Rekonstruksi kasus penganiayaan dan penyekapan terhadap YTR (29) tidak digelar di lokasi kejadian. Polda Jabar memilih memindahkan proses itu ke Gedung Direktorat Reserse PPA dan PPO demi alasan keamanan.

Langkah tersebut membuat rangkaian peristiwa dalam kasus yang menyeret kekasih korban, Taufik Hidayat (30), bisa ditata ulang dengan lebih aman. Polisi juga menyoroti bahwa perkara ini melibatkan enam tempat kejadian perkara sehingga lokasi terbuka dinilai kurang ideal.

Rekonstruksi di Gedung Polda Jabar

Direktorat Reserse PPA dan PPO Polda Jabar menggelar rekonstruksi pada Rabu (2/7/2026) pagi. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Jabar Kombes Pol Rumi Untari mengatakan proses itu penting untuk menyesuaikan bukti dan fakta peristiwa agar gambaran kejadian menjadi utuh.

Menurut Rumi, rekonstruksi dilakukan di dalam gedung, bukan di luar. Pertimbangan itu tidak hanya menyangkut keamanan petugas, tetapi juga kenyamanan penghuni kos dan pemilik kos di sekitar tempat kejadian.

Enam TKP Jadi Pertimbangan Utama

Rumi menjelaskan bahwa kasus ini menyangkut enam lokasi yang berkaitan dengan penyekapan dan penganiayaan. Karena banyaknya titik peristiwa, polisi menilai pemindahan lokasi rekonstruksi lebih aman daripada menggelarnya langsung di salah satu TKP.

Dengan cara itu, setiap rangkaian adegan tetap bisa dicocokkan dengan bukti yang ada tanpa mengganggu aktivitas warga di sekitar lokasi. Polisi menempatkan faktor keamanan dan ketertiban sebagai prioritas selama proses berlangsung.

InformasiRincianKeterangan
Subjek kasusYTR (29)Korban penganiayaan dan penyekapan
Terduga pelakuTaufik Hidayat (30)Kekasih korban
Lokasi rekonstruksiGedung Direktorat Reserse PPA dan PPO Polda JabarBukan di lokasi kejadian
Waktu pelaksanaanRabu (2/7/2026) pagiDigelar di dalam gedung
Jumlah TKP6Menjadi alasan utama pemindahan lokasi

Rekonstruksi itu diharapkan membantu penyidik melihat peristiwa secara lebih jelas berdasarkan bukti yang sudah dikumpulkan. Polda Jabar menempatkan keamanan sebagai pertimbangan utama karena kasusnya tersebar di sejumlah lokasi dan melibatkan banyak pihak di sekitar tempat kejadian.

Source: www.detik.com

Terkait