PT RANS Entertainment Indonesia Tbk memulai langkahnya di Bursa Efek Indonesia dengan respons yang langsung mencuri perhatian pasar. Pada perdagangan awal, saham emiten ini naik 34,12 persen dan menyentuh batas Auto Reject Atas.
Debut tersebut menjadi sorotan bukan hanya karena lonjakan harga, tetapi juga karena deretan tokoh yang hadir menyaksikan seremoni pencatatan saham perdana. Di lantai bursa tampak Garibaldi Thohir, Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, Axton Salim, dan Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie.
Sejumlah figur publik seperti Anang Hermansyah, Nazril Irham, dan Gading Marten juga mengikuti prosesi itu. Kehadiran mereka menambah perhatian pada langkah RANS yang kini menjadi emiten ketujuh yang melantai di bursa domestik sepanjang 2026.
Lonjakan di Hari Pertama
Saham RANS bergerak dari harga penawaran Rp170 menjadi Rp228 per lembar pada sesi awal perdagangan. Kenaikan tersebut setara 34,12 persen dan cukup untuk mendorong saham perseroan masuk wilayah ARA.
Data perdagangan awal menunjukkan saham ini ditransaksikan sebanyak 7.683 lot dengan nilai akumulasi Rp175,17 juta. Frekuensi transaksi tercatat 1.580 kali pada sesi tersebut.
Dana IPO dan Rencana Penggunaannya
Melalui penawaran umum perdana, RANS melepas 2,525 miliar saham baru atau sekitar 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan harga penawaran Rp170 per saham, perseroan mengantongi dana segar Rp429,25 miliar.
PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Manajemen RANS telah memetakan penggunaan dana IPO untuk mendukung sejumlah lini usaha komersial perusahaan.
| Alokasi Dana | Porsi | Keterangan |
|---|---|---|
| Penyelenggaraan konser | 37,61 persen | Pembiayaan acara musik di berbagai kota |
| Akuisisi perusahaan | 19,80 persen | Pengambilalihan 51 persen saham PT Rans Kosmetika Indonesia |
| Pembangunan wahana | 18,64 persen | Proyek destinasi bermain dan edukasi Cipungland |
| Teknologi kecerdasan buatan | 8,15 persen | Penempatan dana pada joint venture bersama PT Feedloop Global Teknologi |
| Restrukturisasi utang | 6,98 persen | Percepatan pelunasan sebagian pinjaman perseroan |
Prospektus perusahaan juga menyoroti tujuh entitas anak usaha yang hingga kini belum beroperasi secara komersial. Kondisi ini menjadi salah satu hal yang masih akan dicermati investor dalam menilai kinerja jangka panjang RANS.
Komposisi Pemegang Saham
Pasca-IPO, Raffi Ahmad tetap menjadi pemegang saham mayoritas. Di bawahnya, kepemilikan tersebar ke beberapa institusi, figur publik, dan pihak terkait lainnya.
| Pemegang Saham | Porsi | Jumlah Saham |
|---|---|---|
| PT Indonesia Entertainment Grup | 7,23 persen | 911,5 juta lembar |
| Dony Oskaria | 2,74 persen | 345,25 juta lembar |
| Soultan Ariq Rachman | 2,74 persen | 345,5 juta lembar |
| Sutanto Hartono | 1,14 persen | 144 juta lembar |
| Nagita Slavina | 0,99 persen | 124,75 juta lembar |
| Kaesang Pangarep | 0,91 persen | 115,25 juta lembar |
| Hikmat Janika | 0,68 persen | Tidak disebutkan |
| PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi | 0,61 persen | Tidak disebutkan |
| Publik atau masyarakat | 20,02 persen | Tidak disebutkan |
Dalam komposisi itu, PT Indonesia Entertainment Grup menjadi pemegang saham institusional terbesar yang disebutkan dalam prospektus. Sementara itu, Dony Oskaria yang menjabat Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara tercatat memiliki porsi yang hampir berimbang dengan Soultan Ariq Rachman.
Saham RANS yang menguat tajam di hari pertama membuat debut IPO perseroan mendapat perhatian luas di pasar. Di saat yang sama, daftar pemegang saham dan rencana penggunaan dana IPO menjadi dua hal utama yang terus diperhatikan investor setelah pencatatan perdana tersebut.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informatif dan hanya menyajikan data publik mengenai perkembangan pasar modal. Keputusan investasi, baik pembelian maupun penjualan saham, sepenuhnya merupakan hak dan tanggung jawab pembaca secara mandiri.
Source: www.suara.com






