Muhammad Kiandra Ramadhipa menutup balapan di Circuito do Estoril dengan cara yang sulit dilupakan. старт dari posisi ketujuh, pembalap muda asal Sleman itu menyalip rival-rival Eropa pada lap terakhir dan merebut kemenangan di Moto3 Junior World Championship 2026.
Kemenangan itu bukan hanya soal keberanian di lintasan, tetapi juga soal ketenangan saat tekanan memuncak. Di trek yang panas dan menuntut manajemen ban, Ramadhipa tetap menjaga ritme di rombongan depan sejak awal hingga momen penentu di sektor terakhir.
Serangan yang Ditentukan di Lap Pamungkas
Balapan berlangsung rapat sejak lampu hijau padam. Ramadhipa, yang membela Honda Asia-Dream Racing Junior Team dan dibina PT Astra Honda Motor, memilih untuk langsung menempel grup terdepan alih-alih bermain aman dari belakang.
Ia mulai memperlihatkan agresivitasnya saat lomba memasuki lap kedelapan. Dengan cornering tajam dan racing line yang rapat, Ramadhipa berhasil menembus barisan tiga besar dan beberapa kali sempat mengambil alih posisi pertama.
Drama terbesar terjadi ketika balapan memasuki putaran terakhir. Saat berada di posisi ketiga, ia sempat kehilangan dua posisi dalam pertarungan sengit yang ikut menguras grip ban, tetapi ia tetap tenang dan kembali membuka gas.
Di sektor-sektor akhir, Ramadhipa memanfaatkan slipstream untuk mengejar para rival di depannya. Manuver penutup yang ia lepaskan kemudian mengembalikannya ke posisi terdepan sebelum garis finis.
“Saya sangat senang bisa meraih kemenangan pertama di Moto3 Junior World Championship. Balapan hari ini sangat sulit dengan kondisi yang cukup panas,” kata Ramadhipa usai balapan.
Ia juga menyebut sempat menghadapi momen sulit di tikungan akhir pada lap-lap awal. Namun, ia berhasil mengatasinya dan tetap menjaga peluang sampai kesempatan itu datang di lap terakhir.
“Di lap terakhir saya sempat kehilangan dua posisi, tetapi saya berhasil merebutnya di sektor-sektor terakhir,” ujarnya.
Bukan Sekadar Kemenangan Biasa
Hasil di Portugal ini membawa Ramadhipa masuk ke catatan penting balap motor Indonesia di level junior Eropa. Ia menjadi pembalap Indonesia pertama yang menang di MotoJunior sejak Fadillah Arbi Aditama melakukannya di Barcelona pada 2023.
Prestasi itu juga membuat Ramadhipa resmi menjadi pembalap Indonesia pertama yang memenangi dua ajang level MotoJunior berbeda. Dua ajang tersebut adalah Red Bull Rookies Cup dan Moto3 Junior World Championship.
Dengan pencapaian itu, kemenangan di Estoril terasa lebih besar daripada sekadar tambahan trofi. Ramadhipa menunjukkan kemampuan beradaptasi dan bersaing di panggung junior internasional yang sangat ketat.
Dampak Besar ke Klasemen
Kemenangan ini memberi tambahan 25 poin penuh dan membuat koleksi Ramadhipa menjadi 51 poin. Ia naik ke posisi kedua klasemen sementara dan hanya tertinggal 7 poin dari pemuncak klasemen.
Pergerakan tersebut menunjukkan betapa pentingnya hasil di Estoril dalam perburuan musim. Dari satu balapan yang penuh tekanan, Ramadhipa kini masuk ke barisan penantang serius di papan atas.
General Manager Marketing Planning & Analysis AHM, Andy Wijaya, menilai capaian itu membanggakan. Menurut dia, Ramadhipa memperlihatkan kemampuan bersaing yang kuat serta performa yang makin konsisten di tengah persaingan ketat.
Andy juga berharap momentum itu bisa terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia. Setelah kemenangan dramatis di Portugal, tantangan berikutnya sudah menunggu di Circuit de Jerez – Angel Nieto, Spanyol, pada 3-5 Juli.
Jerez akan menjadi ujian lanjutan bagi pembalap asal Sleman itu untuk menjaga tren positifnya. Dengan modal kemenangan dramatis dan posisi kedua klasemen, perhatian kini tertuju pada langkah berikutnya di lintasan Eropa.
