
Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum menjaga harapan Indonesia di sektor ganda putri setelah melaju ke semifinal Indonesia Open 2026. Kepastian itu mereka raih lewat laga sesama wakil Indonesia di Istora Senayan, Jakarta, yang berakhir dengan kemenangan comeback atas Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.
Kemenangan 8-21, 21-15, 21-11 itu terasa penting karena diraih setelah Rachel/Febi kalah telak pada gim pembuka. Hasil tersebut juga menempatkan pasangan muda ini di empat besar turnamen level Super 1000, dengan tantangan berikutnya datang dari unggulan pertama asal China, Liu Sheng Shu/Tan Ning.
Bangkit setelah tertinggal jauh
Pertemuan dua pasangan Indonesia itu berjalan ketat sejak awal karena kedua kubu saling memahami gaya main masing-masing. Rachel menilai laga berlangsung ramai dan menuntut ketepatan membaca situasi, termasuk saat menghadapi arah angin di lapangan.
Faktor angin ikut memengaruhi ritme permainan dan membantu Rachel/Febi lebih mengontrol laga pada dua gim berikutnya. Dukungan penonton di Istora juga memberi dorongan tambahan untuk menjaga intensitas sampai akhir pertandingan.
Pada gim kedua dan ketiga, Rachel/Febi tampil lebih stabil dan mampu menekan lawan dengan tempo yang lebih terjaga. Perubahan ritme itu membuat mereka berhasil membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal jauh pada gim pertama.
Ujian berat menunggu di semifinal
Lolos ke semifinal belum membuat langkah Rachel/Febi menjadi ringan. Mereka langsung diarahkan ke duel melawan Liu Sheng Shu/Tan Ning, pasangan China yang datang sebagai unggulan pertama dan dikenal kuat di level atas.
Rachel menegaskan bahwa mereka harus langsung masuk ke permainan sejak awal agar punya peluang membuat kejutan. Persiapan fisik dan mental juga menjadi perhatian utama supaya tidak terlambat panas saat menghadapi tekanan dari lawan.
Kemenangan atas sesama wakil Merah Putih memang menambah kepercayaan diri, tetapi semifinal menghadirkan tantangan yang berbeda. Menghadapi unggulan teratas menuntut konsentrasi penuh dan eksekusi yang lebih rapi sejak poin awal.
Fadia/Tiwi terhenti di perempat final
Di sisi lain, langkah Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi harus terhenti di perempat final setelah kalah dari pasangan Jepang Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto. Mereka menyerah lewat pertarungan tiga gim dengan skor 21-13, 12-21, 13-21.
Meski gagal melangkah lebih jauh, Tiwi menilai performa mereka tetap menunjukkan perkembangan dibanding pertemuan sebelumnya dengan pasangan Jepang itu. Evaluasi tersebut menjadi penting karena duet baru ini mulai menemukan pola permainan yang ingin dibangun bersama.
Fadia menjelaskan lawan mengubah strategi setelah kalah pada gim pertama. Perubahan pola itu membuat reli berlangsung lebih panjang dan menempatkan kesabaran sebagai pembeda utama di lapangan.
Persaingan ganda putri Indonesia makin ketat
Fadia juga menyoroti ketatnya persaingan di sektor ganda putri Indonesia saat ini. Menurutnya, kehadiran beberapa pasangan yang sama-sama bersaing di level atas membuat proses saling dorong antarpemain menjadi kekuatan tersendiri.
Ia menyebut ada tiga pasangan yang saling mendukung sekaligus bersaing, dan situasi itu membantu meningkatkan rasa percaya diri tim ganda putri. Kondisi tersebut juga dinilai menjadi modal penting agar Indonesia terus melahirkan pasangan yang mampu bertahan di level elite.
Dengan Rachel/Febi masih bertahan, perhatian publik tuan rumah kini tertuju pada peluang mereka menjaga harapan Indonesia di sektor ganda putri. Atmosfer Istora yang sudah mengantar mereka ke semifinal kembali diharapkan menjadi dorongan saat menghadapi laga yang jauh lebih berat berikutnya.
Source: www.beritasatu.com




