Biaya isi penuh baterai motor listrik yang bisa ditekan hingga sekitar Rp2.000 membuat Indomobil eMotor Quty langsung mencuri perhatian. Di pasar mobilitas harian Jakarta, angka itu terasa sangat menggoda karena varian standarnya diklaim mampu menempuh jarak sekitar 70 kilometer sekali cas.
Di tengah dorongan kendaraan listrik yang makin ramai dilirik, Quty tampil sebagai opsi yang tidak hanya hemat, tetapi juga punya karakter visual yang kuat. Desain retro-futuristik, lampu LED, dan pilihan warna berani membuat motor ini lebih mudah masuk ke selera anak muda perkotaan yang ingin kendaraan fungsional sekaligus bergaya.
Modal harian yang ringan
Varian standar Indomobil eMotor Quty memakai baterai 1,44 kWh. Pengisian penuh membutuhkan waktu sekitar empat hingga enam jam dengan listrik rumah tangga biasa.
Dengan acuan tarif listrik sekitar Rp1.444 per kWh, biaya cas penuh varian standar berada di kisaran Rp2.000. Efisiensi ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi pengguna muda yang ingin menekan biaya operasional bulanan tanpa repot mencari stasiun pengisian setiap hari.
Untuk kebutuhan yang lebih jauh, Quty juga tersedia dalam varian Pro. Versi ini membawa dua baterai dengan total kapasitas 2,88 kWh dan diklaim mampu menjangkau hingga 135 kilometer.
Desain yang disiapkan untuk menarik perhatian
Secara visual, Quty menggabungkan nuansa klasik dan modern lewat bentuk membulat dan lampu depan bulat full LED. Lampu sein Starburst Crystal LED serta lampu belakang Futuristic Rear Lamp memberi sentuhan yang lebih premium dibanding motor listrik entry level pada umumnya.
Varian standar hadir dalam enam pilihan warna, sementara varian Pro memakai kombinasi two tone yang memberi kesan lebih eksklusif. Karakter itu membuat Quty tidak sekadar diposisikan sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai bagian dari ekspresi gaya hidup di ruang kota.
Ringkas untuk jalanan padat
Dimensi Quty dibuat kompak dengan panjang 1.827 mm, lebar 453 mm, tinggi 1.141 mm, dan wheelbase 1.280 mm. Ground clearance 145 mm juga membantu saat melewati polisi tidur atau permukaan jalan yang tidak rata.
Karakter tersebut cocok untuk lalu lintas padat seperti Jakarta. Bobot yang ringan dan bodi ringkas membuatnya lebih lincah saat bermanuver di kemacetan, sementara posisi berkendara santai membantu saat dipakai dalam perjalanan menengah.
Jok tebal dan dek kaki rata ikut mendukung kenyamanan harian. Pada varian standar, tersedia tiga mode berkendara dan kecepatan maksimumnya mencapai 60 km/jam.
Fitur harian yang relevan
Quty juga dibekali panel instrumen digital yang menampilkan kecepatan, indikator baterai, dan informasi penting lainnya. Sistem cut off otomatis akan memutus tenaga motor ketika rem ditekan untuk membantu keamanan berkendara.
Dari sisi kepraktisan, bagasi bawah jok berkapasitas 27 liter disebut cukup untuk menyimpan satu helm open face, jas hujan, dan barang bawaan lain. Ada pula laci penyimpanan di bagian depan serta gantungan barang pada dek tengah.
Cara menyalakan motor ini juga dibuat fleksibel karena bisa lewat kunci konvensional, remote, dan kartu NFC yang ditempelkan pada panel meter. Kombinasi harga mulai Rp15 juta, biaya cas rendah, desain menonjol, dan fitur yang masuk akal membuat Indomobil eMotor Quty terlihat relevan untuk pembeli motor listrik pemula.
