Timnas Qatar kembali mencuri perhatian setelah memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 lewat jalur kualifikasi. Pencapaian ini terasa penting karena pada edisi sebelumnya mereka tampil sebagai tuan rumah, sehingga kali ini Qatar lolos dengan cara yang benar-benar berbeda.
Bagi Maroons, keberhasilan itu bukan hanya soal tiket ke putaran final. Hasil ini juga menjadi tanda bahwa Qatar ingin dikenal bukan semata sebagai penyelenggara turnamen besar, tetapi sebagai tim yang bisa bersaing lewat prestasi di lapangan.
Dari tuan rumah menjadi peserta kualifikasi
Pada Piala Dunia 2022, Qatar menjalani debut mereka di panggung terbesar FIFA di depan publik sendiri. Mereka tergabung di Grup A bersama Belanda, Senegal, dan Ekuador, lalu menutup fase grup dengan tiga kekalahan beruntun.
Qatar kalah 0-2 dari Ekuador pada laga pembuka. Setelah itu, mereka tumbang 1-3 dari Senegal meski Mohammed Muntari sempat mencetak gol pada menit ke-78.
Pada laga terakhir, Qatar kembali gagal menahan Belanda. De Oranje menang 2-0 lewat gol Frenkie de Jong dan Cody Gakpo, yang membuat Qatar finis sebagai juru kunci grup.
Perubahan arah di bawah Julen Lopetegui
Setelah pengalaman pahit di kandang sendiri, Qatar membangun ulang kekuatan untuk menatap Piala Dunia 2026. Salah satu langkah penting datang saat federasi menunjuk Julen Lopetegui sebagai pelatih pada Mei 2025.
Lopetegui datang dengan rekam jejak yang kuat. Ia pernah membantu Spanyol melaju ke Piala Dunia 2018, bekerja bersama Carlo Ancelotti di Real Madrid, membawa Sevilla meraih UEFA Europa League pada 2020, serta menangani Wolverhampton Wanderers dan West Ham United di Premier League.
Kehadiran pelatih berpengalaman itu memberi warna baru bagi Qatar. Tim ini tampil lebih solid dan lebih cepat beradaptasi saat masuk ke fase kualifikasi.
Perjalanan kualifikasi yang naik turun
Qatar memulai kualifikasi dengan hasil impresif. Mereka memuncaki klasemen grup pada putaran kedua dengan 16 poin dari lima kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan.
Namun, perjalanan mereka tidak mulus. Pada putaran ketiga, Qatar kesulitan menjaga konsistensi dan finis di posisi keempat, sehingga harus melanjutkan perjuangan ke putaran keempat.
Di fase itu, Qatar mengumpulkan empat poin. Mereka bermain imbang melawan Oman dan menang 2-1 atas Uni Emirat Arab lewat gol Boualem Khoukhi serta Pedro Miguel pada babak kedua.
Hasil tersebut membuat Qatar menutup fase grup sebagai pemuncak klasemen dan memastikan satu tiket ke Piala Dunia 2026. Pencapaian ini menegaskan bahwa mereka mampu lolos tanpa bergantung pada status tuan rumah.
Tantangan berikutnya di putaran final
Setelah memastikan tempat di putaran final, Qatar tergabung di Grup B Piala Dunia FIFA 2026 bersama Bosnia-Herzegovina, Swiss, dan Kanada. Komposisi ini akan menjadi ujian berikutnya bagi Maroons untuk mengukur seberapa jauh perkembangan mereka setelah melewati jalur kompetitif.
Dengan pengalaman pahit di Piala Dunia 2022 dan proses kualifikasi yang penuh dinamika, Qatar kini membawa modal berbeda menuju panggung dunia. Mereka datang sebagai tim yang meraih tempatnya sendiri di antara peserta Piala Dunia 2026.
Source: bola.bisnis.com






