Puluhan Karyawan Wells Fargo Pakai Keyboard Palsu, Bank Langsung Pecat Tanpa Ampun

Puluhan karyawan Wells Fargo kehilangan pekerjaan setelah perusahaan menemukan praktik pura-pura sibuk yang memakai perangkat untuk mengelabui sistem kerja. Kasus ini menyorot bagaimana teknologi sederhana seperti keyboard palsu atau mouse jiggler bisa dipakai untuk membuat aktivitas di layar terlihat aktif, padahal pekerjaan nyata belum tentu berlangsung.

Wells Fargo menyebut pemecatan dilakukan setelah meninjau dugaan simulasi aktivitas keyboard yang menciptakan kesan kerja aktif. Dalam pengajuan ke Otoritas Regulasi Industri Keuangan atau FINRA, bank itu menjelaskan temuan tersebut menjadi dasar keputusan perusahaan.

Juru bicara Wells Fargo menegaskan bank memiliki standar tinggi untuk karyawan. Pihak perusahaan juga menyatakan tidak menoleransi perilaku tidak etis.

Alat yang digunakan dalam praktik itu dikenal luas sebagai mouse jiggler. Perangkat ini membuat mouse terus bergerak sehingga komputer tetap menyala dan tidak masuk mode tidur.

Dengan cara itu, layar dan sistem terlihat seolah sedang dipakai. Namun, aktivitas di baliknya bisa saja tidak benar-benar terjadi.

Perangkat seperti ini bukan barang baru di pasar. Popularitasnya ikut naik ketika pandemi Covid-19 mendorong banyak perusahaan menerapkan kerja jarak jauh dalam waktu lama.

Di situasi WFH atau work-from-anywhere, pengawasan langsung dari atasan tidak lagi seketat saat bekerja di kantor. Celah itulah yang dimanfaatkan sebagian orang untuk berpura-pura tetap aktif bekerja.

Perdebatan soal kerja jarak jauh juga sudah berlangsung lama. Banyak pihak mendukung fleksibilitasnya, tetapi ada pula yang menilai model kerja itu berisiko menurunkan keterlibatan karyawan.

Kekhawatiran tersebut ikut tercermin dalam laporan State of the Global Workplace dari Gallup. Laporan itu mencatat 62% pekerja di seluruh dunia tidak terlibat dalam pekerjaannya, sementara 15% dilaporkan tidak terlibat secara aktif.

Mereka yang tidak terlibat aktif disebut beralasan memiliki manajer atau pekerjaan yang buruk. Sebagian di antaranya juga dikatakan sedang aktif mencari pekerjaan baru.

Kasus di Wells Fargo memperlihatkan bahwa pengawasan digital kini tidak hanya menyorot kinerja, tetapi juga perilaku kerja yang dianggap menipu. Di sisi lain, fenomena ini menambah panjang perdebatan soal batas antara fleksibilitas kerja dan tanggung jawab profesional.

Source: www.cnbcindonesia.com
Terkait