Model AI open-source asal China yang telah digunakan sejumlah perusahaan di Amerika Serikat kini berada dalam sorotan pemerintah. Washington disebut sedang menyiapkan langkah pembatasan dengan menjadikan risiko keamanan dan tata kelola sebagai titik tekan utama.
Arah kebijakan ini belum mengarah pada pelarangan total terhadap seluruh teknologi AI China. Pemerintah AS justru mempertimbangkan skema yang memungkinkan penggunaan tetap berjalan, tetapi dengan tuntutan pengamanan dan akuntabilitas yang lebih ketat.
Risiko Keamanan Menjadi Fokus Utama
Menurut laporan Axios yang dikutip CNBC Indonesia, pemerintah AS sedang menelaah cara untuk menyoroti celah keamanan pada model-model AI China. Perhatian itu juga mencakup lemahnya pengamanan model serta konsekuensi yang mungkin muncul ketika terjadi pelanggaran.
Pendekatan tersebut berbeda dari kebijakan yang hanya berfokus pada asal negara suatu teknologi. Perusahaan AS yang memakai model dari China dapat menjadi pihak yang harus memastikan sistemnya aman dan bertanggung jawab atas pelanggaran yang terjadi.
Model AI open-source menjadi perhatian khusus karena teknologinya dapat digunakan lebih luas oleh perusahaan. Karena itu, pembatasan atau persyaratan baru berpotensi menyentuh pengguna korporasi secara langsung, bukan hanya pengembang modelnya.
Daftar Entitas Jadi Salah Satu Opsi
Departemen Perdagangan AS pada tahun lalu dilaporkan mempertimbangkan memasukkan sejumlah laboratorium AI China ke dalam Daftar Entitas berisiko. Jika diterapkan, langkah itu dapat membatasi kemampuan laboratorium terkait untuk melakukan penjualan di AS tanpa lisensi.
Namun, belum ada nama laboratorium AI China yang disebut akan masuk ke daftar tersebut. Pemerintah AS juga belum mengumumkan keputusan final mengenai bentuk pembatasan maupun waktu penerapannya.
| Lembaga | Langkah yang Dipertimbangkan | Fokus |
|---|---|---|
| Departemen Perdagangan AS | Memasukkan laboratorium AI China ke Daftar Entitas | Pembatasan penjualan tanpa lisensi |
| Departemen Perdagangan AS | Mengedarkan draf aturan internal | Pengamanan rantai pasokan domestik |
| Badan Keamanan Nasional dan Kantor Direktur Siber Nasional Gedung Putih | Mempertimbangkan peringatan | Ancaman dari laboratorium AI China |
Pengamanan Rantai Pasokan Ikut Dibahas
Pembahasan tidak berhenti pada penggunaan model AI oleh perusahaan. Departemen Perdagangan juga telah mengedarkan draf aturan mengenai rantai pasokan domestik di lingkungan pemerintahan.
Rancangan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat pengamanan sektor domestik. Langkah tersebut menunjukkan perhatian pemerintah mencakup teknologi yang digunakan perusahaan sekaligus lingkungan pendukungnya.
Di sisi lain, Badan Keamanan Nasional bersama Kantor Direktur Siber Nasional Gedung Putih disebut mempertimbangkan penerbitan peringatan. Peringatan itu akan berkaitan dengan ancaman yang dinilai berasal dari laboratorium AI China.
Bukan Larangan Menyeluruh
Sejauh ini, model AI China masih dapat digunakan oleh perusahaan di AS. Penggunaan itu disebut dapat terus berlangsung apabila perusahaan mampu memberikan jaminan keamanan dan memikul tanggung jawab bila terjadi pelanggaran.
Skema tersebut memperlihatkan bahwa pemerintah AS sedang mempertimbangkan pengawasan berbasis risiko. Fokusnya bukan hanya membatasi akses terhadap teknologi, melainkan juga memastikan pengguna memiliki kontrol yang memadai atas risiko keamanan.
Gedung Putih dan Departemen Perdagangan belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar mengenai rencana tersebut. Ketidakpastian ini membuat rincian aturan, cakupan laboratorium yang terdampak, serta mekanisme pengawasannya masih belum terbuka.
Meski belum final, pembahasan tentang Daftar Entitas, peringatan keamanan, dan perlindungan rantai pasokan menunjukkan isu AI China telah menjadi perhatian lintas lembaga di AS. Kebijakan yang akhirnya dipilih dapat menentukan seberapa ketat perusahaan AS mengelola penggunaan model AI open-source dari China.
Source: www.cnbcindonesia.com






