PT PEMA Bangun Poros Baru Aceh-Jawa Tengah, Langkah Bisnis Yang Bisa Ubah Peta Ekonomi Daerah

PT Pembangunan Aceh (Perseroda) atau PT PEMA memperluas peran bisnisnya melalui kolaborasi strategis dengan sejumlah badan usaha milik daerah dari Jawa Tengah. Langkah ini lahir dari kesepakatan Pemerintah Aceh dan Pemerintah Jawa Tengah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lintas wilayah.

Penandatanganan kerja sama dilakukan di Kantor Gubernur Aceh oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Kesepakatan itu berlaku selama satu tahun dan diarahkan untuk memperkuat kerja sama antardaerah di berbagai sektor.

Poros bisnis baru lintas daerah

PT PEMA memandang kolaborasi ini sebagai pintu untuk memperluas jaringan usaha sekaligus menguatkan posisi Aceh dalam rantai nilai ekonomi nasional. Fokus kerja sama diarahkan ke sektor energi, perdagangan, industri, dan bidang lain yang bertumpu pada potensi daerah.

Dalam skema ini, PT Jateng Agro Berdikari (JTAB) dan PT Jateng Petro Energi (JPEN) ikut terlibat sebagai mitra utama. Keterlibatan bank daerah juga menjadi bagian penting, melalui sinergi antara Bank Jateng dan Bank Syariah Aceh.

Direktur Utama PT PEMA, Mawardi Nur, menilai kerja sama tersebut memberi ruang strategis bagi daerah untuk memperbesar kapasitas ekonomi. Ia menyebut kolaborasi itu sebagai fondasi untuk membuka peluang baru dan menciptakan nilai yang berkelanjutan.

Dampak yang dibidik ke pelaku usaha daerah

Kehadiran kerja sama Aceh-Jawa Tengah tidak hanya menyentuh level pemerintah daerah dan BUMD. Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah, bersama asosiasi dunia usaha seperti Kadin dan Hipmi dari Aceh dan Jawa Tengah, juga dilibatkan dalam pola kolaborasi ini.

Pendekatan collaborative government dipakai untuk membangun ekosistem ekonomi yang saling melengkapi. Pola ini juga ditujukan untuk memperbesar peluang investasi dan meningkatkan daya saing daerah secara bersama.

Langkah tersebut penting karena kerja sama antardaerah tidak lagi sebatas seremonial. Saat BUMD, OPD, dan pelaku usaha bergerak dalam satu arah, peluang transaksi, pengembangan pasar, hingga pemanfaatan sumber daya lokal bisa terbuka lebih luas.

Mengapa langkah PT PEMA dinilai strategis

PT PEMA menempatkan sinergi lintas wilayah sebagai cara untuk membuka peluang usaha baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Pemanfaatan potensi unggulan masing-masing daerah menjadi dasar utama dalam pengembangan kerja sama ini.

Aceh memiliki ruang untuk memperluas pasar dan mitra bisnis, sementara Jawa Tengah membawa kekuatan jaringan BUMD dan sektor usaha yang lebih mapan. Jika kolaborasi ini berjalan efektif, kerja sama tersebut berpotensi menjadi model penghubung ekonomi antardaerah yang lebih terstruktur.

Setiap sektor yang terlibat juga memberi koneksi bisnis yang berbeda. Energi, perdagangan, industri, dan layanan keuangan bisa saling menguatkan, terutama ketika dukungan kelembagaan datang dari pemerintah daerah, bank daerah, dan asosiasi usaha.

Kerja sama yang menekan batas wilayah ekonomi

Kesepakatan ini memperlihatkan bahwa BUMD kini tidak hanya berperan sebagai pengelola aset daerah, tetapi juga sebagai penggerak ekspansi bisnis antardaerah. PT PEMA memilih masuk melalui kemitraan yang lebih luas agar potensi ekonomi Aceh tidak berdiri sendiri, melainkan tersambung dengan pasar dan ekosistem usaha dari wilayah lain.

Pada tahap implementasi, keberadaan JTAB, JPEN, Bank Jateng, dan Bank Syariah Aceh memberi fondasi operasional yang lebih konkret. Susunan ini membuat kerja sama Aceh-Jawa Tengah tidak berhenti pada pernyataan komitmen, tetapi bergerak ke sektor yang bisa langsung menyentuh aktivitas ekonomi daerah.

Source: aceh.tribunnews.com

Baca Juga

Back to top button