Produser Malaysia Jatuh Hati Pada Skenario Badut Gendong, Puji Totalitas Tim Indonesia

MAGMA Entertainment menempatkan Badut Gendong sebagai salah satu proyek paling ambisius yang pernah mereka garap. Film horor-aksi ini juga menjadi langkah baru perluasan semesta Cross-Universe dari Qodrat dengan skala produksi besar.

Daya tarik terbesarnya justru datang dari skenario yang membuat produser Malaysia, Datuk Ahmad Izham Omar dari Komet Production, langsung tertarik. Ia menilai naskah Badut Gendong sangat kuat bahkan sebelum melihat lebih jauh unsur lain dari film tersebut.

Ahmad Izham mengatakan dirinya dan Komet Production menerima ajakan untuk terlibat karena terpikat pada cerita yang ditawarkan. Ia menyebut skenario itu sebagai hal pertama yang membuatnya jatuh cinta pada proyek ini.

Pujian itu memberi sinyal bahwa Badut Gendong tidak hanya mengandalkan elemen horor untuk menarik penonton. Fondasi ceritanya dinilai solid dan cukup kuat untuk membuka kolaborasi lintas negara.

Produser Linda Gozali menyebut proyek ini masuk kategori overbudget karena kebutuhan produksinya besar. Langkah itu diambil agar kualitas visual dan narasi tetap terasa premium.

Keterlibatan rumah produksi asal Malaysia juga memperlihatkan daya tarik proyek ini di mata mitra luar negeri. Respons positif dari Ahmad Izham menambah bobot pada posisi Badut Gendong sebagai film yang punya perhatian lebih dari kawasan regional.

Ia juga memberi apresiasi terhadap cara kerja tim produksi Indonesia selama proses film berjalan. Menurutnya, semangat yang dibangun Charles Gozali, Linda Gozali, dan tim menunjukkan dedikasi penuh pada karya yang mereka buat.

Ahmad Izham menilai pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga tentang totalitas sineas Indonesia. Ia menyebut semuanya datang dari cinta, dan pengalaman itu ia bawa pulang sebagai kesan kuat dari kolaborasi ini.

Sutradara Charles Gozali menjelaskan bahwa tokoh Badut Gendong tidak dirancang sekadar sebagai sosok menyeramkan. Karakter ini dibangun dengan lapisan emosi yang rumit karena lahir dari perpaduan cinta dan kebencian yang dalam.

Charles menyebut Badut Gendong sebagai salah satu karakter paling kompleks yang pernah ia ciptakan. Ia juga menegaskan bahwa sosok ini akan menjadi elemen penting yang berbahaya sekaligus menarik dalam semesta Qodrat.

Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 27 Mei 2026, bertepatan dengan momen libur Lebaran Idul Adha. Sejumlah nama yang hadir dalam pemutaran perdana di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, ikut menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap proyek ini.

Para tamu yang hadir antara lain Marthino Lio, Clara Bernadeth, Dayinta Melira, Iskak Khivano, Totos Rasiti, Akbar Kobar, Vonny Anggraini, dan Jose Rizal Manua. Kehadiran mereka ikut memperkuat sorotan terhadap Badut Gendong sebagai film yang menargetkan skala besar dan ekspektasi tinggi.

Source: www.medcom.id

Baca Juga

Back to top button