Prancis menghadapi dampak serius dari gelombang panas ekstrem yang melanda sebagian besar wilayahnya. Sejak 24 Juni, otoritas kesehatan mencatat sekitar 1.000 kematian lebih banyak dari perkiraan, dengan kelompok lanjut usia menjadi yang paling terdampak.
Data awal dari Badan Kesehatan Masyarakat Prancis menunjukkan bahwa panas ekstrem tidak hanya menekan fasilitas kesehatan, tetapi juga memicu lonjakan kematian di rumah. Kenaikan kematian di tempat tinggal tercatat naik 40 persen, sebuah sinyal bahwa risiko panas menjangkau warga di luar rumah sakit.
Dampak terbesar pada warga lanjut usia
Badan kesehatan itu menyebut sebagian besar kematian berlebih terjadi pada warga berusia di atas 65 tahun. Kondisi ini mempertegas bahwa suhu ekstrem memberi ancaman lebih besar bagi kelompok rentan, terutama mereka yang memiliki kondisi kesehatan bawaan atau akses terbatas pada pertolongan cepat.
Di Paris, layanan medis darurat SAMU melaporkan 80 kematian pada Sabtu, termasuk 30 kasus serangan jantung. Angka itu memang turun dari 109 kematian pada Jumat, tetapi pihak berwenang mengingatkan bahwa data tersebut hanya mencakup kasus yang ditangani layanan darurat Paris.
| Data Kunci | Temuan | Keterangan |
|---|---|---|
| Kematian berlebih | Sekitar 1.000 | Sejak 24 Juni |
| Kenaikan kematian di rumah | 40 persen | Menunjukkan dampak panas juga terjadi di lingkungan tempat tinggal |
| Kematian di Paris oleh SAMU | 80 kasus | Tercatat pada Sabtu, termasuk 30 serangan jantung |
| Kematian di Paris sebelumnya | 109 kasus | Tercatat pada Jumat |
| Departemen siaga oranye | 22 | Masih berlaku pada Senin |
Tekanan pada layanan kesehatan belum reda
Menteri Kesehatan Prancis Stephanie Rist mengatakan dampak gelombang panas belum sepenuhnya mereda meski suhu mulai turun di beberapa wilayah. Ia menyebut Prancis tengah mengalami “jumlah kematian yang lebih tinggi dari biasanya,” sebagaimana dikutip BFMTV.
Situasi ini terjadi setelah Prancis melewati 11 hari berturut-turut cuaca panas ekstrem di sebagian besar wilayah. Rumah sakit pun tetap berada di bawah tekanan karena meningkatnya kasus penyakit terkait panas dan komplikasi medis yang muncul belakangan.
Meski pada Minggu beberapa wilayah mulai mengalami penurunan suhu setelah badai petir hebat, otoritas kesehatan tetap meminta kewaspadaan tinggi. Mereka menilai dampak penuh terhadap keselamatan jiwa belum bisa dipastikan dalam waktu dekat.
Peringatan cuaca masih aktif
Observatorium Keraunos melaporkan lebih dari 127.000 sambaran petir terjadi di seluruh Prancis pada Sabtu malam. Aktivitas listrik paling intens tercatat di kawasan antara Paris dan wilayah Hauts-de-France.
Sementara itu, Meteo-France mempertahankan status siaga oranye gelombang panas di 22 departemen pada Senin, termasuk Paris dan wilayah sekitarnya, juga sebagian wilayah tenggara dan timur Prancis. Otoritas kesehatan mengimbau warga lanjut usia dan mereka yang tinggal sendiri untuk tetap waspada dan menerapkan langkah pencegahan agar risiko kesehatan akibat panas ekstrem dapat ditekan.
