Polytron membawa strategi yang tidak biasa ke pasar SUV listrik Indonesia. G3 ditawarkan mulai Rp329,5 juta lewat skema Battery as a Service atau BaaS, sementara opsi Buy to Own dipasang di Rp419 juta OTR Jakarta.
Paket harga itu langsung menempatkan G3 sebagai penantang baru yang cukup serius di segmen EV. Bukan hanya soal biaya masuk yang lebih rendah, mobil ini juga membawa jarak tempuh klaim hingga 402 kilometer dan fitur yang tergolong lengkap.
Performa dan baterai
Polytron G3 memakai Permanent Magnet Synchronous Motor atau PMSM yang dipadukan dengan baterai Lithium Iron Phosphate berkapasitas 51,5 kWh. Kombinasi ini menghasilkan tenaga 201 HP atau 150 kW dan torsi 320 Nm, dengan penggerak roda depan melalui transmisi single speed reduction gear.
Konfigurasi tersebut membuat aliran tenaga terasa halus karena tidak ada perpindahan gigi seperti mobil otomatis konvensional. Polytron mengklaim jarak tempuh G3 bisa mencapai 402 kilometer berdasarkan standar WLTC.
Baterai LFP yang digunakan juga menjadi salah satu nilai jual penting. Teknologi ini dikenal punya stabilitas termal yang tinggi, usia pakai panjang, dan tingkat keamanan yang baik.
Fitur keselamatan yang lengkap
Di luar harga, Polytron menonjolkan paket keselamatan aktif pada G3. SUV ini sudah dibekali ADAS Level 2 dengan fitur seperti Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assist, dan Forward Collision Warning.
Fitur lain yang ikut disematkan mencakup Blind Spot Detection, Rear Cross Traffic Alert, Traffic Jam Assist, hingga Auto Parking Assist. Untuk perlindungan dasar, tersedia juga enam airbag, ABS, EBD, Hill Hold Control, dan Traction Control.
Kelengkapan itu membuat G3 tidak hanya diposisikan sebagai mobil listrik murah. Polytron juga mencoba membawanya sebagai SUV modern yang siap dipakai harian dengan bantuan teknologi keselamatan yang relevan.
Kabin digital dengan nuansa premium
Masuk ke dalam kabin, G3 tampil dengan desain minimalis dan garis horizontal pada dashboard. Polytron memakai material soft-touch dan aksen metalik untuk membangun kesan premium di interior.
Pusat kendali kendaraan berada pada layar infotainment vertikal 12,8 inci. Layar ini mengatur navigasi, pendingin kabin, multimedia, dan informasi penggunaan energi.
Di balik kemudi, tersedia panel instrumen digital penuh untuk menampilkan data kendaraan secara real-time. Joknya dibalut kulit sintetis dengan desain ergonomis, sementara kursi depan sudah memakai pengaturan elektrik.
| Spesifikasi Utama Polytron G3 | Detail |
|---|---|
| Harga BaaS | Rp329,5 juta |
| Harga Buy to Own | Rp419 juta OTR Jakarta |
| Motor | Permanent Magnet Synchronous Motor (PMSM) |
| Baterai | Lithium Iron Phosphate 51,5 kWh |
| Tenaga | 201 HP / 150 kW |
| Torsi | 320 Nm |
| Jarak Tempuh Klaim | 402 km WLTC |
| ADAS | Level 2 |
Desain luar dibuat serba modern
Dari luar, G3 tampil sebagai SUV listrik dengan gaya minimalis dan aerodinamis. Bagian depan dibuat bersih tanpa grille konvensional, sementara bumper menyatu dengan lekukan bodi untuk memberi tampilan yang lebih modern.
Lampu utama LED yang ramping dipadukan dengan Daytime Running Light horizontal. Di samping, garis bodi memanjang dari fender depan ke lampu belakang membentuk siluet yang dinamis, disempurnakan pilar atap yang menyatu secara visual.
Polytron memakai velg alloy 19 inci dengan ban 235/50. Di bagian belakang, lampu LED horizontal dihubungkan garnish hitam dan bumper dibuat sederhana tanpa banyak ornamen.
Dengan kombinasi harga awal Rp329,5 juta lewat skema BaaS, opsi Rp419 juta OTR Jakarta untuk kepemilikan penuh baterai, tenaga 201 HP, dan jarak tempuh 402 kilometer, Polytron G3 masuk ke pasar dengan paket yang sulit diabaikan. Mobil ini mencoba menarik pembeli yang ingin beralih ke SUV listrik tanpa mengorbankan fitur, kenyamanan, dan teknologi keselamatan.







