Polres Penajam Paser Utara turun langsung menyalurkan Makan Bergizi Gratis kepada 60 warga kelompok rentan 3B di Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Kalimantan Timur. Sasaran program ini adalah balita, ibu hamil, dan ibu menyusui yang membutuhkan perhatian gizi lebih besar.
Penyaluran dilakukan di Kantor Kelurahan Nipah-Nipah melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kemala Bhayangkari Polres PPU. Langkah ini menjadi bagian dari dukungan kepolisian untuk memperkuat kualitas kesehatan masyarakat lewat pemenuhan asupan bergizi.
Fokus pada ibu dan anak
Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara, menegaskan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam tugas keamanan dan penegakan hukum. Ia menyebut Polri juga harus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dalam bidang lain, termasuk kesehatan.
Menurut Andreas, program MBG menjadi bentuk kepedulian Polri dalam membantu menyiapkan generasi penerus yang sehat dan tangguh. Pesan itu disampaikan saat penyaluran bantuan makanan bergizi kepada warga penerima manfaat.
Dari total 60 penerima, 20 orang berasal dari Posyandu Cepaka 4 dan 40 orang lainnya dari Posyandu Cepaka 5. Pembagian ini menunjukkan bahwa program diarahkan ke layanan kesehatan yang bersentuhan langsung dengan ibu dan anak.
Dorong pencegahan stunting
Polres PPU berharap program tersebut dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mendukung pencegahan stunting di Kabupaten PPU. Fokus pada kelompok 3B dinilai penting karena masa kehamilan, masa menyusui, dan tumbuh kembang balita sangat menentukan kondisi kesehatan anak di kemudian hari.
Pendekatan seperti ini juga menempatkan intervensi gizi pada titik yang paling relevan. Ketika ibu hamil, ibu menyusui, dan balita mendapat perhatian lebih, peluang gangguan gizi dapat ditekan lebih awal.
Dukungan dari kelurahan dan perangkat daerah
Lurah Nipah-Nipah, Syaryadi, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Polres PPU kepada warganya. Ia menilai pemenuhan gizi seimbang merupakan fondasi penting untuk membentuk generasi masa depan yang cerdas dan unggul.
Syaryadi juga menegaskan bahwa upaya pemenuhan gizi bukan hanya urusan keluarga. Dukungan dari berbagai pihak di lingkungan sekitar ikut menentukan kuatnya perlindungan terhadap kelompok yang rentan secara kesehatan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten PPU, dr. Janse Grace Makisurat, menekankan pentingnya kerja sama antarinstansi. Ia menyebut intervensi gizi tidak bisa dilakukan secara terpisah karena membutuhkan dukungan bersama agar hasilnya tepat sasaran.
Janse Grace juga menilai langkah Polres PPU sejalan dengan pendekatan pentahelix, yaitu pelibatan berbagai elemen dalam menyelesaikan persoalan masyarakat. Dalam konteks ini, penyaluran MBG dipandang sebagai contoh kerja kolaboratif yang menyentuh kebutuhan dasar warga secara langsung.
Program yang dijalankan SPPG Kemala Bhayangkari Polres PPU memperlihatkan bagaimana layanan gizi dapat hadir melalui kerja sama kepolisian, pemerintah kelurahan, posyandu, dan perangkat daerah terkait. Penyaluran kepada 60 warga 3B di Nipah-Nipah menjadi salah satu intervensi yang diarahkan untuk menjaga kesehatan ibu dan anak di Penajam Paser Utara.
Source: mediaindonesia.com






