Polres Malang Kaji Izin Derbi Arema-Persebaya, Keamanan Kanjuruhan Jadi Penentu

Polres Malang masih menelaah izin pertandingan BRI Super League 2025/2026 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya yang akan digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Laga derbi Jawa Timur ini masuk kategori perhatian khusus karena dinilai berisiko tinggi dan membutuhkan pengamanan ekstra.

Kepala Polres Malang Ajun Komisaris Besar Polisi Muhammad Taat Resdi mengatakan proses kajian belum selesai karena pihaknya masih harus berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur. “Akan koordinasi dengan Polda Jatim dulu sebelum mengeluarkan rekomendasi,” ujarnya, menegaskan bahwa keputusan final belum diambil.

Koordinasi izin masih berjalan

Pembahasan izin tidak dilakukan secara terburu-buru karena polisi ingin memastikan seluruh aspek sudah dipertimbangkan. Taat menyebut koordinasi dengan Polda Jatim kemungkinan dilakukan pada Senin atau Selasa, tergantung kesiapan internal dan kebutuhan pembahasan lanjutan.

Proses ini penting karena laga Arema kontra Persebaya bukan pertandingan biasa. Duel dua tim besar asal Jawa Timur itu selalu menyedot perhatian besar, sehingga potensi kerawanan di luar maupun di dalam stadion ikut menjadi fokus utama.

Keamanan jadi faktor paling menentukan

Dalam kajian kepolisian, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi unsur yang menonjol. Polres Malang terus memantau kondisi lapangan agar keputusan yang diambil tidak memunculkan persoalan saat pertandingan berlangsung.

Taat menegaskan bahwa pertandingan ini memang termasuk kategori high risk berdasarkan asesmen yang telah dilakukan. Label itu menunjukkan bahwa kepolisian harus menimbang pengamanan dengan sangat hati-hati sebelum memberi rekomendasi izin.

Fokus utama pun bergeser pada pengelolaan potensi kerawanan, bukan lagi semata soal jadwal pertandingan. Dengan begitu, pertimbangan non-fisik seperti pengaturan massa, kesiapan pengamanan, dan situasi kamtibmas menjadi bagian penting dalam keputusan akhir.

Stadion Kanjuruhan dinilai sudah layak

Di sisi lain, Polres Malang menyebut Stadion Kanjuruhan sudah memenuhi syarat untuk menggelar pertandingan dengan klasifikasi risiko tinggi. Kelayakan itu disebut telah melewati proses asesmen sebelumnya, sehingga infrastruktur stadion bukan lagi masalah utama dalam pembahasan izin.

Artinya, perhatian kepolisian saat ini lebih banyak tertuju pada aspek pengamanan pertandingan. Evaluasi diarahkan pada bagaimana laga bisa berjalan tertib, aman, dan sesuai pertimbangan keamanan yang berlaku.

Rekomendasi diusahakan keluar cepat

Meski belum ada kepastian waktu penerbitan rekomendasi, Polres Malang berupaya agar keputusan bisa keluar secepat mungkin. Langkah ini dibutuhkan supaya kepastian penyelenggaraan laga tidak tertunda terlalu lama dan pihak terkait punya waktu untuk menyiapkan kebutuhan lanjutan.

Taat menyatakan bahwa keputusan nanti akan diambil berdasarkan hasil pembahasan terbaik dari seluruh unsur yang dikaji. Ia menekankan bahwa kepolisian berupaya mengambil keputusan sebaik-baiknya agar pertandingan dapat dipertimbangkan secara matang dari sisi keamanan dan ketertiban.

Pertemuan Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan kini tetap berada dalam pengawasan ketat Polres Malang. Selama proses koordinasi dan asesmen belum rampung, izin pertandingan masih menunggu keputusan yang sepenuhnya bergantung pada penilaian keamanan.

Source: jatim.antaranews.com

Baca Juga

Back to top button