
Firmware terbaru Starlink memberi petunjuk bahwa SpaceX sedang menyiapkan pengganti untuk dish standar pelanggan yang dipakai saat ini. Bocoran itu muncul dari penyebutan unit misterius bernama “rev5” di kode firmware terbaru, yang ditemukan oleh Oleg Kutkov, teknisi perbaikan di Ukraina yang pernah membongkar perangkat keras dish SpaceX.
Temuan ini menarik karena dish standar Starlink yang beredar sekarang baru diperkenalkan pada akhir 2023. Secara teknis, model itu disebut V4, tetapi di firmware Starlink tampil sebagai “rev4”, dan Kutkov sebelumnya telah mendokumentasikan beberapa iterasinya lewat kode perangkat lunak.
Mengarah ke perangkat produksi
Yang membuat bocoran ini semakin kuat adalah munculnya beberapa papan dengan nama _rev5_prod1 dan _rev5_prod2. Dalam pesan kepada PCMag, Kutkov mengatakan pola nama “prod” mengarah ke tahap produksi, bukan sekadar prototipe internal.
Ia juga menilai terminal itu sudah berada di jalur produksi dan berpotensi masuk pasar pada Q2 2026. Penilaian itu ia sampaikan di X, dengan mengaitkan nama rev5_pez_prod2 pada versi papan yang ditemukan di firmware.
Desain diperkecil, tapi belum setara Mini
Firmware juga memberi sinyal bahwa dish standar generasi baru akan dibuat lebih kecil. Ukurannya disebut lebih mendekati Starlink Mini yang bisa masuk ke dalam ransel, meski hasil pemetaan antena menunjukkan panelnya masih sekitar 16% lebih panjang dan 30% lebih tinggi dari Mini.
Perubahan ukuran itu datang bersama indikasi desain papan yang berbeda dari model sebelumnya. Kutkov mengatakan tata letak board terlihat tidak biasa karena sebagian besar komponen seperti CPU dan memori dipindahkan ke tengah papan, sementara area array antena dibiarkan lebih kosong.
Ia menyebut semua model sebelumnya menempatkan komponen tersebut di tepi PCB. Susunan baru ini bisa menandakan SpaceX mengejar bentuk perangkat yang lebih ringkas atau efisiensi internal yang berbeda untuk generasi berikutnya.
Jejak nama baru di firmware
Nama “pez” yang muncul bersama rev5_pez_prod2 diduga merujuk pada chip modul front end baru untuk dish tersebut. Kutkov juga melihat tidak adanya penerima GPS, sehingga perangkat itu diduga mengandalkan koneksi ke konstelasi Starlink untuk geolokasi, bukan ke satelit GPS tradisional.
Bulan lalu, Kutkov juga menemukan string “MINI1_RUGGED_PROD1” di firmware. Temuan itu memperkuat dugaan bahwa SpaceX sedang menyiapkan dua model dish baru sekaligus, yaitu dish standar generasi baru dan Starlink Mini yang dibuat lebih tangguh.
Model Mini yang lebih tahan banting itu bahkan disebut mungkin memiliki baterai bawaan. Dugaan tersebut belum dikonfirmasi, tetapi pola penamaan firmware memberi kesan bahwa SpaceX sedang mengembangkan lini perangkat yang lebih luas dari sekadar pengganti dish standar.
Konteks bisnis dan regulasi ikut menguatkan sinyal
SpaceX belum segera menanggapi permintaan komentar. Di sisi lain, perusahaan ini menargetkan kecepatan gigabit lewat peluncuran satelit V3 generasi baru ke orbit pada akhir tahun ini.
Dorongan itu sejalan dengan ambisi pertumbuhan besar SpaceX saat bersiap menuju IPO yang akan menjadikannya perusahaan publik. Untuk perangkat sisi pelanggan, perusahaan juga punya riwayat mengajukan blanket licenses ke Federal Communications Commission ketika ingin mengoperasikan model dish baru di AS.
Namun, sejauh ini belum terlihat pengajuan serupa untuk model yang diduga rev5. SpaceX justru pada Maret mengajukan modifikasi lisensi untuk model dish yang sudah ada, dengan menambahkan frekuensi radio baru guna membantu meningkatkan kecepatan unggah, dan permohonan itu masih ditinjau FCC.
Tahun lalu, SpaceX juga mendapat persetujuan regulasi untuk meningkatkan daya pancar pada dua model dish. Kombinasi langkah regulasi dan jejak firmware ini membuat sinyal soal dish standar generasi berikutnya semakin kuat, meski bentuk final dan waktu rilis resminya masih bergantung pada langkah SpaceX berikutnya.





