Polisi masih menunggu hasil uji rekaman CCTV sebelum menentukan status hukum Inara Rusli dan Insanul Fahmi dalam laporan dugaan perzinaan yang sedang didalami. Penyidik menempatkan pemeriksaan digital forensik sebagai tahap krusial karena keaslian rekaman akan ikut menentukan arah penanganan perkara.
Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya Kompol Andaru Rahutomo menjelaskan bahwa proses ini diperlukan untuk memastikan barang bukti yang diterima benar-benar autentik. Ia juga menegaskan bahwa penyidik perlu melihat apakah rekaman itu mengalami penyuntingan yang bisa memengaruhi isi dan makna peristiwa di dalamnya.
CCTV jadi fokus utama pemeriksaan
Rekaman CCTV yang masuk ke penyidik tidak langsung dipakai sebagai dasar penentuan status perkara. Barang bukti itu harus lebih dulu diperiksa di laboratorium digital forensik agar hasilnya bisa dibandingkan dengan keterangan para pihak dan bukti lain yang sudah dikumpulkan.
Andaru menyebut ada beberapa video yang akan diuji dalam proses tersebut. Pemeriksaan itu tidak hanya menyentuh soal keaslian gambar, tetapi juga menilai kesesuaiannya dengan peristiwa yang dilaporkan.
Tahap ini dinilai penting karena penyidik ingin memastikan apakah laporan yang masuk memang mengandung unsur pidana. Jika hasil analisis rekaman dan keterangan saksi saling menguatkan, penyidik dapat mengambil langkah lanjutan dengan dasar yang lebih kuat.
Penyidik belum tetapkan arah akhir
Hingga saat ini, polisi belum mengumumkan hasil akhir dari pemeriksaan bukti digital tersebut. Penyidik masih mengumpulkan materi dari berbagai sisi agar keputusan yang diambil tidak hanya bertumpu pada satu sumber informasi.
Andaru menyampaikan bahwa setelah uji CCTV, penyidik masih bisa memerlukan pemeriksaan tambahan. Langkah itu bisa berupa pemanggilan saksi lain atau permintaan keterangan dari saksi ahli, tergantung kebutuhan penyidikan.
Menurut dia, Polda Metro Jaya akan menangani perkara ini secara profesional dan berhati-hati. Sikap itu dinilai penting agar proses penyelidikan tetap berjalan sesuai fakta dan tidak terburu-buru dalam menetapkan kesimpulan.
Insanul dan Inara sudah dimintai keterangan
Sebelum masuk ke tahap uji forensik, penyidik lebih dulu meminta keterangan Insanul Fahmi. Pemeriksaan terhadap Insanul dilakukan pada Jumat (10/4/2026) dengan total 30 pertanyaan dari penyidik.
Inara Rusli juga sudah menjalani pemeriksaan pada Jumat (17/4/2026). Dalam pemeriksaan itu, penyidik mengajukan 28 pertanyaan yang berfokus pada substansi laporan yang diajukan Wardatina Mawa.
Rangkaian pemeriksaan terhadap pelapor, terlapor, dan barang bukti menjadi bagian inti dalam penanganan laporan tersebut. Polisi menilai seluruh tahapan itu perlu agar gambaran peristiwa bisa disusun secara utuh dan tidak menimbulkan tafsir yang keliru.
Status perkara bergantung pada hasil uji digital
Dari penjelasan penyidik, status Inara dan Insanul belum bisa ditentukan sebelum hasil forensik digital keluar. Rekaman CCTV diperlakukan sebagai salah satu pembuktian paling penting karena dapat memperkuat atau justru mengoreksi keterangan yang sudah diberikan sebelumnya.
Keputusan akhir juga akan mempertimbangkan kecocokan antara video, keterangan saksi, dan materi laporan. Karena itu, kepastian mengenai arah perkara masih menunggu hasil analisis laboratorium digital forensik yang sedang diproses penyidik.
Selama pemeriksaan masih berjalan, polisi tetap membuka kemungkinan adanya pendalaman lanjutan jika diperlukan. Dalam perkara ini, bukti digital dan keterangan para pihak menjadi dua unsur yang akan sangat menentukan langkah berikutnya.
