Polisi Turun ke Lahan Jagung Cemorokandang, Ketahanan Pangan Dirawat dari Akar Rumput

Ketahanan pangan di Kelurahan Cemorokandang tidak hanya dijaga lewat imbauan, tetapi lewat kerja langsung di lahan jagung. Di wilayah ini, Bhabinkamtibmas turun mendampingi petani dari tahap awal penanaman sampai mendekati panen.

Aiptu Kholil dari Polsek Kedungkandang menjadi salah satu penggerak pendampingan itu. Ia aktif mendatangi petani, memantau lahan, dan menjaga komunikasi dengan kelompok tani agar proses budidaya tetap berjalan.

Pendampingan dari survei lahan hingga panen

Peran yang dijalankan tidak berhenti pada sambang biasa. Pendampingan dilakukan berlapis, mulai dari pendekatan kepada petani, survei lahan potensial, pendampingan penanaman, hingga pemantauan berkala sampai masa panen.

Aiptu Kholil juga berkoordinasi dengan Gabungan Kelompok Tani atau Gapoktan serta instansi terkait. Langkah ini dilakukan agar lahan yang berpotensi bisa didata dan dikembangkan dengan lebih terarah.

Pada Rabu (24/6/2026), ia terlihat membantu petani menyirami tanaman jagung di lahan milik Kia Firdaus. Lahan tersebut memiliki luas sekitar 1.000 meter persegi dan ditanami bibit Jagung Pertiwi 6.

Penanaman jagung di lahan itu dimulai pada 15 Juni 2026. Varietas Jagung Pertiwi 6 dikenal adaptif terhadap iklim tropis dan memiliki produktivitas tinggi, dengan estimasi masa panen sekitar 105 hari.

Menjaga tanaman, sekaligus membantu ekonomi petani

Di lapangan, pendampingan juga mencakup penyiraman dan pemantauan kondisi tanaman. Kehadiran polisi di tengah petani diposisikan sebagai bentuk kemitraan untuk mendukung produktivitas pertanian.

Aiptu Kholil berharap hasil panen nanti bisa memberi manfaat ekonomi bagi petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Upaya itu sejalan dengan kerja Polri dalam mendukung kesejahteraan dan kemandirian pangan masyarakat.

Namun, petani masih menghadapi kendala, termasuk ketersediaan pupuk bersubsidi. Karena itu, Aiptu Kholil menjembatani komunikasi antara Gapoktan dan dinas pertanian agar kebutuhan petani dapat tersampaikan dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

Langkah tersebut mendapat apresiasi dari para petani karena dinilai membantu mempercepat penyelesaian persoalan yang muncul selama budidaya jagung. Dari Cemorokandang, sinergi antara Polri dan masyarakat terus dirawat melalui kerja sederhana di lahan pertanian.

Pendekatan seperti ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi petani dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia di masa depan. Di tengah tantangan produksi, kehadiran pendamping di tingkat akar rumput menjadi bagian penting dari upaya menjaga lahan tetap produktif.

Source: www.mitratoday.com

Terkait