Polestar Hentikan Penjualan Mobil Baru di AS, Terseret Aturan Kendaraan Terkoneksi

Polestar akan menghentikan penjualan kendaraan baru di Amerika Serikat mulai tahun model 2027. Keputusan ini muncul setelah Departemen Perdagangan AS tidak memberikan izin pemasaran di bawah aturan baru untuk kendaraan terkoneksi.

Langkah tersebut bukan berarti Polestar angkat tangan sepenuhnya dari pasar AS. Perusahaan masih akan menjual stok Polestar 3 dan Polestar 4 yang tersedia, sambil tetap melayani pemilik kendaraan yang sudah lebih dulu membeli unitnya.

Aturan baru yang mengubah peta pasar

Masalah utama berada pada US Connected Vehicles Rule, regulasi yang diumumkan pada 2025 dan mulai berlaku untuk tahun model 2027. Aturan itu membatasi impor dan penjualan kendaraan dengan teknologi connected vehicle yang memiliki keterkaitan dengan China atau Rusia.

Dalam kasus Polestar, struktur kepemilikan menjadi faktor yang membuat akses ke pasar AS semakin sulit. Merek ini berada di bawah Volvo dan Geely Holding Group, dengan Geely sebagai konglomerasi otomotif asal China.

Dampaknya terhadap bisnis Polestar

Polestar menyebut pengaruh pasar Amerika Serikat terhadap bisnis globalnya tidak sebesar yang terlihat. Perusahaan mengatakan 94 persen penjualan ritelnya pada kuartal pertama 2026 berasal dari pasar di luar AS.

Angka itu menunjukkan ketergantungan Polestar pada pasar AS relatif kecil dibandingkan wilayah lain. Dengan basis penjualan yang lebih tersebar, perusahaan masih punya ruang untuk menjaga performa lewat pasar internasional.

InformasiRincian
Pasar yang ditinggalkanAmerika Serikat
Mulai berlakuTahun model 2027
Model yang masih dijual dari stokPolestar 3 dan Polestar 4
Kontribusi penjualan ritel di luar AS94 persen pada kuartal pertama 2026

Volvo lolos, Polestar tidak

Menariknya, hasilnya tidak sama untuk semua merek dalam lingkup korporasi yang berdekatan. Volvo telah mendapat otorisasi untuk mengimpor dan menjual kendaraan di pasar AS pada akhir Mei lalu.

Perbedaan itu memperlihatkan bahwa proses perizinan sangat bergantung pada penilaian tiap merek dan produknya. Kedekatan struktur kepemilikan tidak otomatis menghasilkan keputusan yang sama dari regulator.

Reuters juga melaporkan bahwa Ford sedang mengajukan izin serupa untuk SUV Lincoln Nautilus yang diproduksi di China. Kondisi ini menunjukkan tantangan regulasi bukan hanya menimpa Polestar, tetapi juga produsen lain yang memiliki hubungan produksi dengan China.

Di tengah perubahan industri otomotif, Polestar tetap memosisikan diri sebagai merek yang fokus pada teknologi dan software-defined vehicle. Perusahaan yang didukung Volvo Cars dan Geely itu juga dikenal menonjolkan pengalaman digital yang terintegrasi serta fitur keselamatan canggih.

Namun, justru kendaraan modern yang sangat terkoneksi kini menjadi titik sensitif dalam kebijakan baru di AS. Untuk konsumen Amerika Serikat, Polestar masih akan menyediakan layanan purna jual selama kendaraan lama mereka tetap digunakan.

Setelah stok Polestar 3 dan Polestar 4 habis, kehadiran merek ini di AS akan bergeser dari penjualan mobil baru menjadi dukungan bagi pelanggan yang sudah lebih dulu membeli kendaraan Polestar.

Source: otodriver.com

Terkait