Mengapa Pohon Bisa Tetap Hidup Saat Kehilangan Daun, Ini Strategi Cerdiknya

Banyak orang mengira pohon yang gundul sedang sekarat. Padahal, pada banyak jenis pohon, daun yang rontok justru menjadi tanda bahwa pohon sedang menjalankan strategi bertahan hidup yang sangat teratur.

Fenomena ini paling jelas terlihat pada pohon gugur. Saat musim dingin atau musim kemarau datang, pohon tidak memaksa diri untuk tetap aktif penuh dan memilih masuk ke fase hemat energi.

Pohon masuk mode bertahan hidup

Ketika hari memendek dan suhu turun, pohon memasuki dormansi. Kondisi ini membuat aktivitas metabolisme melambat drastis, sehingga pohon hanya menjalankan fungsi penting untuk mempertahankan hidup.

Dalam fase ini, pertumbuhan daun, bunga, dan tunas baru dihentikan sementara. Langkah tersebut membantu pohon menghindari pemborosan energi saat lingkungan sedang tidak mendukung.

Daun justru bisa jadi beban

Daun memang penting untuk fotosintesis, tetapi saat cuaca ekstrem keberadaannya bisa merugikan. Air di dalam sel daun dapat membeku ketika suhu turun di bawah nol derajat, lalu sel berisiko pecah karena volume air mengembang.

Daun juga terus menguapkan air lewat transpirasi. Ketika tanah membeku dan akar sulit menyerap air, pohon bisa kehilangan cairan lebih cepat jika daunnya tetap dipertahankan.

Gugurnya daun berlangsung terkontrol

Daun tidak jatuh begitu saja karena sudah tua. Pohon secara aktif mengatur gugurnya daun melalui hormon tumbuhan yang berubah saat kondisi lingkungan memburuk.

Ketika cahaya berkurang dan suhu menurun, produksi auksin ikut turun. Di saat yang sama, etilen meningkat dan memicu terbentuknya lapisan pemisah di pangkal tangkai daun.

Hubungan daun dan ranting pun melemah sedikit demi sedikit sampai daun terlepas. Bekas tangkai kemudian ditutup lapisan pelindung agar air dan mikroorganisme sulit masuk ke jaringan pohon.

Nutrisi disimpan sebelum daun rontok

Sebelum daun jatuh, pohon tidak membuang kandungan penting di dalamnya. Nitrogen, karbon, fosfor, dan mineral lain dipindahkan ke batang, cabang, dan akar melalui proses daur ulang nutrisi.

Klorofil juga diambil kembali lebih dulu. Karena itu, warna kuning, jingga, atau merah yang sebelumnya tertutup menjadi terlihat sebelum daun akhirnya gugur.

Cadangan energi menjadi bekal utama

Meski tidak punya daun untuk berfotosintesis selama berbulan-bulan, pohon tetap bertahan karena memiliki cadangan makanan. Saat musim semi dan musim panas, daun menghasilkan gula dari fotosintesis, lalu sebagian gula disimpan sebagai pati di akar, batang, cabang, dan jaringan kayu.

Cadangan inilah yang dipakai selama masa dormansi. Jadi, pohon yang tampak diam sebenarnya masih menyimpan energi untuk menunggu musim berikutnya.

Tidak semua daun rontok berarti normal

Kehilangan daun karena hama, penyakit, kekeringan, atau kerusakan akar adalah hal yang berbeda. Pada kondisi itu, kemampuan fotosintesis turun tajam dan cadangan energi bisa cepat terkuras.

Sebaliknya, gugurnya daun pada pohon gugur adalah proses alami yang sudah diatur. Waktu gugur, jumlah daun yang dilepas, dan penyimpanan energi semuanya dikendalikan oleh mekanisme biologis pohon.

Saat suhu kembali hangat dan durasi siang memanjang, pohon keluar dari dormansi. Cadangan energi di akar dan batang dipakai untuk membentuk tunas baru, lalu dalam beberapa minggu pohon bisa kembali hijau dan memulai siklus pertumbuhan berikutnya.

Source: www.idntimes.com

Terkait