Poco Pad C1 datang dengan posisi yang cukup jelas di kelas tablet Rp2 jutaan. Perangkat ini tidak mengejar performa ekstrem, tetapi menawarkan kestabilan yang masih masuk akal untuk gaming ringan hingga menengah dan pemakaian harian.
Hasil pengujian yang beredar menunjukkan tablet ini lebih menonjol sebagai perangkat seimbang daripada mesin benchmark. Di sisi lain, layar 2K 120Hz, speaker stereo, dan baterai besar membuatnya terasa lebih lengkap dari sekadar tablet entry-level biasa.
Performa yang tidak meledak, tetapi tetap terjaga
Poco Pad C1 mengandalkan Snapdragon 6s Gen 2 dengan GPU Adreno 610. Kombinasi ini jelas bukan untuk mengejar angka tertinggi, tetapi masih cukup kompetitif untuk kebutuhan dasar, hiburan, dan sejumlah gim populer.
Dalam pengujian yang ditampilkan kanal YouTube Diar, tablet ini mencetak 381.543 poin di AnTuTu Benchmark. Di Geekbench 6, skornya berada di 489 untuk single-core dan 1.349 untuk multi-core.
Angka tersebut memperlihatkan arah produk yang lebih mengutamakan keseimbangan. Pengujian CPU Throttling Test selama 30 menit juga menunjukkan performa prosesor masih bertahan di kisaran 72 persen, sehingga kestabilannya tetap terjaga saat dipakai lebih lama.
Gaming harian masih aman untuk judul populer
Untuk gim populer, Poco Pad C1 masih mampu memberi pengalaman yang layak. Pada PUBG Mobile, opsi grafis tersedia di Smooth dengan frame rate Ultra, lalu hasil pengujian 15 menit mencatat rata-rata 39 FPS.
Saat situasi pertempuran lebih ramai, frame rate sempat turun ke 30 FPS. Namun suhu perangkat tetap terkendali di sekitar 38 derajat Celsius selama pengujian tersebut.
Di Mobile Legends, tablet ini dapat dipakai pada pengaturan HD dengan frame rate High. Rata-rata frame rate berada di 54 FPS, sementara titik terendahnya menyentuh 30 FPS saat team fight, dengan suhu maksimal tetap sekitar 38 derajat Celsius.
| Pengujian | Hasil | Catatan |
|---|---|---|
| AnTuTu Benchmark | 381.543 poin | Skor keseluruhan |
| Geekbench 6 Single-Core | 489 poin | Performa inti tunggal |
| Geekbench 6 Multi-Core | 1.349 poin | Performa inti jamak |
| CPU Throttling Test | 72 persen | Selama 30 menit |
Pengalaman bermain juga ditopang touch sampling rate hingga 500Hz dan dukungan 10 sentuhan sekaligus. Satu catatan yang perlu diperhatikan, gyroscope belum tersedia pada PUBG Mobile, sehingga pengguna yang mengandalkan kontrol gerak perlu mempertimbangkannya.
Layar, audio, dan daya ikut menjaga kenyamanan
Selain performa, Poco Pad C1 juga menyiapkan pengalaman yang cukup nyaman untuk konsumsi konten. Speaker stereo di dua sisi perangkat membuat suara terasa lebih seimbang saat dipakai horizontal.
Kehadiran jack audio 3,5 mm memberi opsi tambahan bagi pengguna yang masih memakai headset berkabel. Kombinasi ini membuat tablet terasa fleksibel untuk menonton, mendengarkan musik, maupun bermain gim.
Dari sisi daya, Poco Pad C1 membawa baterai 7.600 mAh. Dalam pengujian, pemutaran video 1080p selama 30 menit hanya menghabiskan sekitar 4 persen baterai, begitu juga saat menjelajahi TikTok dan Instagram selama durasi yang sama.
Saat dipakai bermain gim selama sekitar 30 menit, konsumsi daya naik menjadi sekitar 8 persen. Pola ini menunjukkan efisiensi daya yang cukup baik untuk tablet di kelas harganya.
Kamera dan fitur praktis untuk pemakaian sehari-hari
Meski bukan fokus utama, Poco tetap menyematkan kamera depan dan belakang untuk kebutuhan dasar. Kamera depan dinilai cukup tajam untuk video conference, kelas daring, dan rapat virtual.
Kamera belakang juga mampu menangkap detail dengan baik saat pencahayaan memadai. Modul tersebut membawa label AI Smart Camera, meski fungsi AI-nya tidak dijelaskan lebih jauh dalam pengujian.
Tablet ini juga mendukung Face Unlock yang bekerja cukup responsif untuk membuka kunci layar. Untuk pengguna tablet, fitur seperti ini sering terasa lebih praktis dibanding mengejar kemampuan fotografi yang berlebihan.
Secara keseluruhan, Poco Pad C1 tampil sebagai tablet entry-level yang mencoba menjaga titik seimbang antara performa, efisiensi, dan kenyamanan pakai. Dengan layar 2K 120Hz, HyperOS 3, speaker stereo, baterai besar, dan kinerja yang masih memadai untuk gaming harian, perangkat ini menjadi opsi yang cukup menarik di kelas Rp2 jutaan.
