Grand Egyptian Museum, Rumah 5.398 Harta Tutankhamun dalam Satu Atap

Grand Egyptian Museum hadir sebagai proyek budaya raksasa yang langsung menarik perhatian karena skalanya, lokasinya, dan koleksi yang dibawanya. Berdiri di Dataran Tinggi Giza, museum ini berada sekitar 2 kilometer dari kompleks Piramida Giza dan dirancang untuk menyatu dengan lanskap sejarah Mesir kuno.

Yang paling menonjol dari museum ini bukan hanya ukurannya, melainkan cara ia mengumpulkan kembali warisan Mesir kuno dalam satu ruang besar. Di dalamnya tersimpan lebih dari 100.000 artefak, termasuk koleksi Tutankhamun yang untuk pertama kalinya ditampilkan lengkap di bawah satu atap.

Proyek besar yang lahir dari ambisi panjang Mesir

Gagasan pembangunan Grand Egyptian Museum pertama kali dicetuskan pemerintah Mesir pada 1992 di bawah kepemimpinan Presiden Hosni Mubarak. Tujuannya sederhana tetapi besar, yakni menyediakan tempat yang jauh lebih luas untuk menampung dan merawat peninggalan para firaun.

Setelah proses yang panjang, proyek ini rampung sepenuhnya pada 2023 dengan biaya sekitar 1,2 miliar dolar AS. Kompleksnya berdiri di atas lahan 500.000 meter persegi, dengan area bangunan 167.000 meter persegi dan lantai interior pameran seluas 81.000 meter persegi.

Arsitektur modern yang tetap menoleh ke Piramida Giza

Desain museum dipilih melalui kompetisi arsitektur internasional yang dibuka pada awal 2002. Sebanyak 1.557 peserta dari 82 negara ikut bersaing, sebelum Heneghan Peng Architects dari Irlandia keluar sebagai pemenang.

Dalam rancangan akhirnya, museum tampil modern dengan marmer, kaca, dan pahatan nama raja serta ratu Mesir kuno. Pola segitiga yang diambil dari bentuk piramida membuat bangunan ini terasa selaras dengan lingkungan sekitarnya, sambil tetap memberi pandangan visual ke arah piramida asli di kejauhan.

Lebih dari 100.000 artefak, terbagi dalam empat era besar

Koleksi museum mencakup peninggalan dari Periode Pradinasti hingga era Mesir-Romawi, dengan total lebih dari 100.000 artefak kuno. Galeri utamanya dibagi menjadi empat era besar agar pengunjung bisa mengikuti alur panjang peradaban Mesir secara lebih terstruktur.

Pengunjung dapat bergerak dari zaman Pradinasti dan Kerajaan Lama, lalu ke Kerajaan Tengah, Kerajaan Baru, hingga masa Yunani-Romawi. Susunan ini membuat museum bukan sekadar ruang pamer, tetapi juga jalur baca sejarah yang utuh.

Ruang Tutankhamun menjadi magnet terbesar

Daya tarik utama museum ini ada pada ruang pameran khusus Raja Tutankhamun. Untuk pertama kalinya sejak ditemukan pada 1922 oleh Howard Carter, seluruh 5.398 artefak milik sang raja dipamerkan bersama di ruang yang sama.

Seluruh harta karun itu ditata di area pameran seluas 7.500 meter persegi. Di dalamnya ada topeng emas, singgasana, tiga lapis peti mati, perhiasan, senjata, peralatan sehari-hari, dan ratusan patung ushabti yang dipercaya menemani sang firaun di alam baka.

Atrium raksasa dan Tangga Besar yang jadi jalur utama

Saat masuk, pengunjung disambut atrium utama seluas 10.000 meter persegi dengan langit-langit setinggi 40 meter. Di area ini dipajang sekitar 20–30 artefak dari berbagai era sejarah Mesir kuno.

Di tengah atrium berdiri patung kolosal Ramses II berusia 3.200 tahun. Patung granit merah setinggi 11 meter dan berbobot 83 ton itu dipindahkan dari Ramses Square dengan pengawalan ketat.

Setelah atrium, pengunjung melewati Tangga Besar seluas 6.000 meter persegi yang menjulang sekitar 50 meter. Di sepanjang jalurnya dipajang lebih dari 60 artefak kuno yang disusun dalam empat tema besar untuk menggambarkan perjalanan sejarah Mesir kuno.

Pusat konservasi dan fasilitas modern di dalam kompleks

GEM juga menjadi rumah bagi salah satu pusat konservasi dan restorasi artefak terbesar di dunia. Fasilitas ini memiliki 17 laboratorium khusus yang didukung sekitar 100 tenaga ahli berpengalaman.

Selain pelestarian, museum ini menyediakan fasilitas modern seperti bioskop 3D berkapasitas 250 tempat duduk dan pusat konferensi internasional. Kehadiran fasilitas itu membuat GEM berfungsi bukan hanya sebagai museum, tetapi juga ruang edukasi dan diskusi seputar arkeologi Mesir kuno.

Dengan skala bangunan, jumlah koleksi, dan ruang Tutankhamun yang sangat lengkap, Grand Egyptian Museum menempatkan warisan Mesir kuno dalam format yang belum pernah ditawarkan sebelumnya. Museum ini sekaligus memperlihatkan bagaimana Mesir ingin merawat masa lalunya lewat institusi budaya berskala global.

Source: www.idntimes.com

Terkait