Piutang pembiayaan industri multifinance masih bergerak naik, meski lajunya sangat tipis. Otoritas Jasa Keuangan mencatat nilainya mencapai Rp514,09 triliun pada Maret 2026, tumbuh 0,61% secara tahunan atau year on year.
Kenaikan yang terbatas itu tetap memberi sinyal bahwa sektor pembiayaan belum kehilangan daya tahan. Di tengah perlambatan di sejumlah sektor ekonomi, pelaku usaha melihat permintaan pembiayaan mulai membaik secara bertahap, meski pemulihannya belum merata.
Pertumbuhan masih jalan, tetapi penuh kehati-hatian
Data OJK menunjukkan piutang pembiayaan tidak tertekan dan masih berada di jalur ekspansi. Bagi industri, kondisi ini menandakan kebutuhan pembiayaan masyarakat dan dunia usaha masih ada.
Namun, laju yang rendah juga menunjukkan pasar berjalan hati-hati. Perusahaan pembiayaan belum melihat momentum pemulihan yang kencang, sehingga selektivitas tetap menjadi pendekatan utama.
MUF catat kinerja kuat di awal tahun
PT Mandiri Utama Finance menjadi salah satu pemain yang mencatat pertumbuhan cukup solid pada kuartal I/2026. Piutang pembiayaan kelolaannya tumbuh 15,8% YoY, sementara total aset naik 26,6% YoY.
Direktur Mandiri Utama Finance, Dapot Parasian S. Sinaga, menyebut kualitas portofolio tetap terjaga dengan NPF di level 1,37%. Ia menilai pertumbuhan itu ditopang ekspansi yang selektif dan pengelolaan risiko yang prudent.
Dalam satu tahun terakhir, pertumbuhan piutang MUF terutama ditopang pembiayaan mobil baru yang masih menjadi portofolio utama. Perusahaan juga melihat prospek bisnis tetap positif berkat dukungan Bank Mandiri dan BSI melalui joint financing serta captive market.
Tanda pemulihan mulai muncul di beberapa segmen
PT Clipan Finance Indonesia Tbk juga membukukan kenaikan piutang pembiayaan pada Maret 2026 sebesar sekitar 0,73% YoY. Direktur Utama Clipan Finance Indonesia, Harjanto Tjitohardjojo, menilai angka itu menunjukkan pertumbuhan bertahap di awal tahun.
Menurut Harjanto, kenaikan tersebut didorong membaiknya permintaan pembiayaan, terutama di segmen multiguna. Ia menegaskan perusahaan juga terus mengoptimalkan portofolio pembiayaan sambil menjaga kualitas aset.
Harjanto menambahkan, pertumbuhan industri di awal 2026 memberi sinyal pemulihan yang mulai terbentuk. Meski begitu, ia menilai prosesnya masih berjalan lambat dan belum merata di seluruh segmen.
Outlook 2026 masih positif, dengan syarat disiplin risiko
Di level industri, outlook 2026 masih dipandang cukup positif selama kualitas aset tetap terjaga. MUF memperkirakan pertumbuhan piutang pembiayaan akan berlanjut dengan fokus pada segmen kendaraan.
Kehati-hatian tetap menjadi kata kunci bagi perusahaan pembiayaan. Ekspansi dinilai perlu dibarengi seleksi pembiayaan agar pertumbuhan tidak menekan kualitas portofolio.
Dengan arah seperti itu, kenaikan tipis piutang multifinance pada kuartal I/2026 memperlihatkan industri masih punya ruang tumbuh. Pergerakan ini juga menunjukkan resiliensi sektor pembiayaan saat permintaan mulai pulih secara bertahap.
Source: finansial.bisnis.com






