Piala Dunia FIFA 2026 bukan hanya akan menjadi turnamen sepak bola terbesar, tetapi juga ruang uji besar bagi kecerdasan buatan, computer vision, dan data biometrik. Di tengah arus teknologi itu, peneliti Indonesia mendapat jalur publikasi gratis yang jarang terbuka.
International Journal of Software Engineering and Computer Science (IJSECS) membuka edisi khusus yang membahas peran teknologi komputasi dalam Piala Dunia 2026. Jurnal terakreditasi SINTA 3 yang diterbitkan Lembaga KITA itu membebaskan seluruh biaya publikasi lewat skema full Article Processing Charge (APC) Waiver.
Peluang baru untuk akademisi dan mahasiswa pascasarjana
Kebijakan ini memberi akses yang lebih luas bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa pascasarjana di Indonesia. Bagi kampus dan peneliti dengan dana riset terbatas, penghapusan biaya publikasi bisa menjadi pintu masuk penting ke diskusi ilmiah yang terkait langsung dengan transformasi digital di olahraga modern.
Edisi khusus tersebut akan terbit sebagai Volume 6, Nomor 2 pada Agustus 2026. Tema yang diangkat adalah “The Role of Computing Technology in the FIFA World Cup 2026™: Data, Intelligence, and Digital Innovation in Modern Football”.
Teknologi yang mengubah cara pertandingan dikelola
Turnamen ini dipandang mencerminkan perubahan besar dalam cara sepak bola dikelola, dipantau, dan dianalisis. Teknologi kini tidak lagi hanya menjadi pelengkap, melainkan bagian dari tulang punggung pertandingan modern.
Inovasi yang disorot mencakup analisis pergerakan pemain berbasis AI secara real-time, computer vision pada Video Assistant Referee (VAR), serta pengelolaan data biometrik atlet. Konteks inilah yang membuat panggilan publikasi dari IJSECS tidak dibatasi pada isu sepak bola semata.
Topik riset yang dibuka cukup luas
IJSECS menerima naskah dari berbagai bidang yang berkaitan dengan teknologi dan olahraga berbasis data. Cakupannya meliputi analitik data, kecerdasan buatan, sistem visual, perangkat wearable, keamanan siber, hingga pengalaman penonton berbasis teknologi.
Di ranah Data Analytics dan AI, topik yang disebut antara lain analitik performa pemain, prediksi hasil pertandingan, sistem pelatih berbasis AI, dan pemodelan strategi berbasis komputasi. Bidang ini menempatkan data sebagai dasar pengambilan keputusan di dalam maupun di luar lapangan.
| Bidang Riset | Contoh Topik |
|---|---|
| Computer Vision | Deteksi offside otomatis, pelacakan bola, pengenalan gerakan, optimalisasi VAR |
| IoT dan Wearable | Pemantauan kondisi fisik atlet, pengumpulan data biometrik real-time |
| Keamanan Siber dan Big Data | Perlindungan infrastruktur digital turnamen, tiket elektronik, keamanan platform siaran, fan engagement |
| Infrastruktur Jaringan dan HCI | Komunikasi berkinerja tinggi untuk stadion, Augmented Reality, pengalaman penonton |
Ruang kajian computer vision mencakup deteksi offside otomatis, pelacakan bola, pengenalan gerakan, dan optimalisasi sistem VAR. Di bidang Internet of Things dan teknologi wearable, peneliti dapat mengangkat pemantauan kondisi fisik atlet dan pengumpulan data biometrik secara real-time.
Sementara itu, keamanan siber dan big data juga menjadi fokus penting. Cakupannya meliputi perlindungan infrastruktur digital turnamen, sistem tiket elektronik, keamanan platform siaran, dan manajemen fan engagement dalam skala besar.
Syarat dan jadwal pengiriman
IJSECS juga membuka ruang untuk riset infrastruktur jaringan dan human-computer interaction. Contoh yang disebut meliputi sistem komunikasi berkinerja tinggi untuk konektivitas stadion, aplikasi Augmented Reality, dan teknologi yang meningkatkan pengalaman penonton.
Untuk pengajuan, naskah harus orisinal, belum pernah dipublikasikan di jurnal lain, dan ditulis dalam bahasa Inggris. Panjang artikel yang diterima berada di rentang 6 hingga 15 halaman, termasuk referensi.
Pengelola jurnal menegaskan bahwa edisi ini tidak menyediakan jalur cepat atau fast-track. Kebijakan tersebut disebut sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas dan keadilan akademis dalam proses seleksi naskah.
Linimasa yang ditetapkan mencakup penerimaan naskah pada Mei hingga Juli 2026, lalu publikasi awal atau online first pada Juli hingga Agustus 2026. Edisi resmi dijadwalkan terbit pada Agustus 2026 melalui situs resmi IJSECS.
Bagi peneliti Indonesia, momentum ini membuat Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga ruang untuk menempatkan kontribusi ilmiah nasional di tengah transformasi digital sepak bola internasional.
