Piala Dunia 2026 Bisa Membalik Duel MiniLED Samsung vs Hisense, Pembeli Justru Paling Diuntungkan

Author: Cung Media

Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi titik balik dalam persaingan TV MiniLED antara Samsung dan Hisense di Amerika Utara. Di tengah perang promosi yang sudah mulai memanas, konsumen justru berada di posisi paling diuntungkan.

Counterpoint Research menilai lonjakan belanja menjelang turnamen bisa mengubah peta pasar yang saat ini masih sangat ketat. Permintaan diperkirakan naik tajam pada Juni, saat penonton sepak bola mulai mencari televisi baru untuk pengalaman menonton yang lebih besar dan lebih baik.

Samsung dan Hisense saling kejar di pasar MiniLED

Persaingan dua merek ini memang bergerak cepat dalam beberapa kuartal terakhir. Pada 2025, Hisense memimpin tipis pasar TV MiniLED Amerika Utara dengan pangsa 32%, hanya sedikit di atas Samsung yang mencatat 31%.

Namun keadaan berbalik pada kuartal pertama 2026. Samsung melonjak ke 40%, sementara Hisense turun ke 27%, sehingga jarak keduanya melebar cukup jauh dibanding sebelumnya.

Perubahan itu belum tentu menjadi akhir cerita. Counterpoint melihat kuartal kedua masih bisa menggeser arah persaingan, terutama karena Hisense biasanya meningkatkan pengiriman pada periode ini.

Piala Dunia memberi momentum yang sangat penting

Tahun ini, dorongan pengiriman dari Hisense bertemu langsung dengan gelombang minat dari Piala Dunia. Kombinasi itu membuat turnamen sepak bola terbesar ini dianggap sangat penting untuk menentukan siapa yang lebih kuat di segmen MiniLED.

Jika momentum berpihak pada Hisense, selisih dengan Samsung bisa menyusut cepat. Tetapi jika tidak, Samsung justru punya peluang mempertegas cengkeramannya di pasar Amerika Utara.

Waktu menjadi faktor penentu karena pasar TV sangat dipengaruhi musim promosi dan agenda olahraga besar. Piala Dunia memberi alasan kuat bagi konsumen untuk naik kelas ke layar yang lebih besar atau ke teknologi tampilan yang lebih baru.

Hisense mengandalkan sponsor dan lini produk baru

Hisense berusaha memaksimalkan status sponsornya untuk mengerek penjualan. Perusahaan ini menyiapkan TV RGB MiniLED dan seri U7 agar selaras dengan gelombang minat selama Piala Dunia berlangsung.

Strategi itu menempatkan Hisense pada posisi agresif di segmen yang lebih terjangkau. Fokusnya adalah membawa teknologi layar yang lebih baru ke rentang harga yang bisa menjangkau lebih banyak pembeli.

Pendekatan tersebut penting karena turnamen besar tidak hanya menarik minat pada model premium. Banyak konsumen justru mencari TV yang menawarkan pengalaman menonton olahraga lebih baik tanpa harus masuk ke kelas harga tertinggi.

Bagi Hisense, momentum ini menjadi peluang untuk mengubah perhatian publik menjadi transaksi nyata. Jika strategi produk dan sponsor berjalan selaras, dorongan penjualan pada kuartal kedua dapat menyeimbangkan penurunan di awal tahun.

Samsung menyiapkan pertahanan yang berlapis

Samsung tidak tinggal diam ketika rivalnya menekan lewat momen turnamen. Perusahaan ini menyiapkan strategi berlapis, mulai dari model Micro RGB premium di posisi atas hingga opsi MiniLED yang lebih murah di bawahnya.

Samsung juga menambah daya tarik lewat perangkat lunak. Fitur seperti AI Soccer Mode dan akses ke konten FIFA dipakai untuk memperkuat minat pembeli yang memang mencari perangkat khusus untuk menonton sepak bola.

Selain fitur, diskon besar juga menjadi bagian penting dari taktik Samsung. Dalam pasar yang sangat sensitif terhadap harga saat musim promosi, kombinasi merek kuat, produk berjenjang, dan potongan harga bisa menjadi pertahanan yang efektif.

Posisi Samsung pada kuartal pertama memberi modal kuat untuk menghadapi tekanan tersebut. Dengan pangsa 40%, perusahaan ini masuk ke periode Piala Dunia sebagai pemimpin yang harus dipertahankan, bukan lagi pengejar.

Yang paling diuntungkan justru pembeli

Counterpoint melihat panasnya persaingan ini bukan semata soal angka pangsa pasar saat ini. Yang dipertaruhkan adalah siapa yang paling mampu mengubah antusiasme olahraga global menjadi volume penjualan dalam waktu singkat.

Promosi yang sudah berjalan sejak akhir April menunjukkan bahwa pertempuran dimulai jauh sebelum puncak turnamen. Saat permintaan diperkirakan melonjak pada Juni, kekuatan distribusi, harga, fitur, dan pemasaran akan diuji bersamaan.

Bagi Hisense, kuartal kedua membuka kesempatan untuk membalik narasi setelah tertinggal di awal 2026. Bagi Samsung, periode yang sama menjadi peluang untuk membuktikan bahwa lonjakan kuartal pertama bukan sekadar dorongan sementara.

Di tengah duel itu, konsumen justru berada pada posisi yang diuntungkan. Banyaknya promosi, ragam pilihan MiniLED, serta penawaran fitur khusus olahraga membuat musim Piala Dunia menjadi salah satu periode paling kompetitif untuk membeli TV baru di Amerika Utara.

Source: sammyguru.com
Terbaru