Piala Dunia Baru Tampil di TV pada 1954, Awal Perubahan Besar Siaran Sepak Bola

Piala Dunia kini terasa begitu dekat dengan penonton di seluruh dunia, tetapi dulu aksesnya sangat terbatas. Perubahan besar itu baru benar-benar terjadi saat Piala Dunia 1954 di Swiss menjadi turnamen pertama yang disiarkan langsung melalui televisi.

Sebelum momen itu, penggemar sepak bola hanya bisa mengikuti jalannya pertandingan lewat radio, surat kabar, dan laporan tertulis. Layar kaca belum menjadi bagian utama dari pengalaman menonton olahraga, apalagi untuk ajang sebesar Piala Dunia.

Sebelum televisi masuk ke Piala Dunia

Pada edisi perdana di Uruguay pada 1930, lalu Italia pada 1934 dan Prancis pada 1938, teknologi televisi masih dalam tahap perkembangan. Siaran sepak bola belum digunakan secara luas, sehingga dokumentasi video pun sangat terbatas dibandingkan standar sekarang.

Akibatnya, penonton yang tidak hadir di stadion harus membayangkan suasana laga dari suara penyiar radio dan kabar di media cetak. Cara mengikuti turnamen saat itu jauh berbeda dari kebiasaan menonton langsung yang kini dianggap biasa.

1954 menjadi titik balik

Piala Dunia 1954 membuka babak baru dalam sejarah penyiaran olahraga. Beberapa pertandingan dapat ditayangkan langsung ke sejumlah negara Eropa yang sudah memiliki jaringan televisi, meski cakupannya masih terbatas.

Negara yang disebut bisa menikmati siaran langsung itu antara lain Swiss, Prancis, Jerman Barat, Italia, Inggris, Belgia, Denmark, dan Belanda. Namun, jumlah pesawat televisi pada masa itu masih sedikit, sehingga jangkauan penonton belum sebesar era modern.

Teknologi siaran masih sederhana

Siaran pada dekade 1950-an masih sangat berbeda dari tayangan sekarang. Kamera yang digunakan terbatas dan seluruh tayangan hadir dalam format hitam putih.

Kualitas gambar juga belum mendekati standar saat ini, tetapi kemampuan melihat pertandingan dari negara lain secara langsung sudah menjadi lompatan besar. Bagi masyarakat kala itu, pengalaman tersebut terasa seperti kemajuan teknologi yang penting.

1966 memperluas jangkauan ke dunia

Tonggak berikutnya hadir pada Piala Dunia 1966 di Inggris. Turnamen itu menjadi siaran global yang menjangkau lebih banyak negara berkat teknologi satelit Telstar milik AT&T.

Teknologi tersebut memungkinkan pengiriman sinyal televisi lintas benua secara real-time. Sejak saat itu, televisi mulai menjadi media utama yang menghubungkan penggemar di berbagai belahan dunia dengan ajang Piala Dunia.

Dari hitam putih ke era modern

Perkembangan siaran Piala Dunia terus berlanjut setelah era 1950-an. Piala Dunia 1970 dikenal sebagai turnamen yang banyak dikaitkan dengan era siaran berwarna, dan edisi itu juga menjadi yang pertama disiarkan di Indonesia melalui TVRI.

Di Indonesia, rekaman Piala Dunia 1970 pertama kali bisa dinikmati lewat stasiun televisi tunggal milik pemerintah saat itu. Dua tahun kemudian, TVRI juga menyiarkan langsung final Piala Dunia 1974 dari Jerman dengan dukungan sponsor S.C. Johnson & Son bersama PT Unilever Indonesia.

Dari tayangan hitam putih yang terbatas, Piala Dunia kemudian berkembang menjadi tontonan global. Kini ajang itu bisa dinikmati lewat teknologi HD, 4K, HDR, hingga streaming internet oleh miliaran orang secara bersamaan.

Source: www.idntimes.com

Terkait