PGN Perketat Keselamatan Migas, Fondasi yang Menjaga Keandalan Gas Nasional

PGN menempatkan keselamatan migas sebagai fondasi utama untuk menjaga keandalan infrastruktur gas bumi nasional. Di tengah kebutuhan pasokan energi yang harus tetap aman dan berkelanjutan, perusahaan memperkuat penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Migas di seluruh rantai bisnisnya.

Langkah itu dibahas dalam audiensi umum dengan pembina sektor keselamatan hilir migas di lingkungan Subholding Gas PGN yang digelar di kantor pusat perusahaan di Jakarta. Pertemuan ini menegaskan bahwa keselamatan tidak berhenti pada kepatuhan, tetapi langsung berkaitan dengan ketahanan energi nasional.

Keselamatan bukan pelengkap operasional

Direktur Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Ditjen Migas Kementerian ESDM, Joko Hadi Wibowo, menegaskan bahwa keselamatan adalah fondasi utama dalam penyelenggaraan usaha migas. Menurut dia, implementasi SMKM yang konsisten dan budaya keselamatan yang kuat dibutuhkan untuk melindungi pekerja, masyarakat, dan lingkungan.

Joko juga menyoroti bahwa target seperti Zero Unplanned Shutdown dan peningkatan keandalan instalasi ikut menentukan apakah pasokan energi bisa berjalan aman, andal, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Karena itu, sinergi antara regulator dan badan usaha perlu terus dijaga agar budaya keselamatan benar-benar melekat dalam aktivitas operasional.

PGN perkuat HSSE di seluruh rantai bisnis

Dari sisi perusahaan, Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Mirza Mahendra, menyampaikan bahwa keselamatan menjadi nilai utama dalam pengelolaan jaringan infrastruktur gas bumi terbesar di Indonesia. Ia menegaskan bahwa penerapan HSSE tidak hanya menjadi kewajiban regulasi, tetapi juga budaya kerja yang terus diperkuat.

PGN saat ini beroperasi di 18 provinsi dan melayani berbagai segmen pelanggan melalui jaringan pipa maupun beyond pipeline. Penguatan HSSE dijalankan di seluruh rantai bisnis, mulai dari pengelolaan pasokan, transmisi, distribusi, LNG, CNG, hingga pengolahan gas bumi.

Untuk menjaga konsistensi itu, PGN menjalankan berbagai langkah seperti SMKM, Management Walkthrough, CEO Safety Talk, Management on Duty, peningkatan kompetensi pekerja, serta evaluasi keandalan aset dan instalasi. Seluruhnya diarahkan untuk melindungi pekerja, masyarakat, instalasi, dan lingkungan.

Capaian keselamatan dan lingkungan ikut menguat

Kinerja HSSE Subholding Gas disebut terus menunjukkan hasil yang baik. Hingga Mei 2026, perusahaan membukukan lebih dari 484 juta Safe Man Hours, menjalankan 48 Management Walkthrough, dan melakukan 23 Management on Duty.

PGN juga meraih 15 Patra Nirbhaya dan 5 Patra Karya Raksa sebagai penghargaan keselamatan migas. Di sisi lingkungan, beberapa entitas Subholding Gas memperoleh 4 PROPER Emas dan 5 PROPER Hijau atas kinerja pengelolaan lingkungan dan keselamatan.

IndikatorCapaianKeterangan
Safe Man HoursLebih dari 484 jutaHingga Mei 2026
Management Walkthrough48Penguatan pengawasan keselamatan
Management on Duty23Penguatan kedisiplinan operasional
Patra Nirbhaya15Penghargaan keselamatan migas
Patra Karya Raksa5Penghargaan keselamatan migas
PROPER Emas4Kinerja pengelolaan lingkungan dan keselamatan
PROPER Hijau5Kinerja pengelolaan lingkungan dan keselamatan

Capaian tersebut menunjukkan bahwa penguatan budaya keselamatan berjalan seiring dengan upaya menjaga kinerja operasional. Dalam sektor yang sangat bergantung pada keandalan instalasi, hasil seperti ini menjadi indikator penting bagi keberlanjutan layanan energi.

Sinergi regulator dan badan usaha terus diperluas

Melalui audiensi itu, PGN dan Ditjen Migas memperkuat kerja sama dalam penerapan ketentuan keselamatan migas. Fokusnya mencakup penguatan budaya keselamatan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pengelolaan risiko, inspeksi dan pemeriksaan keselamatan, serta peningkatan keandalan instalasi sesuai ketentuan yang berlaku.

PGN menilai budaya keselamatan yang kuat adalah fondasi untuk menjaga keberlanjutan operasional perusahaan. Pada saat yang sama, fondasi itu juga mendukung agenda pemerintah dalam mewujudkan ketahanan energi nasional.

Dengan pendekatan tersebut, PGN menempatkan HSSE sebagai bagian inti dari pengelolaan infrastruktur gas bumi. Perusahaan menyatakan akan terus memperkuat implementasi keselamatan secara konsisten agar operasional tetap aman, andal, efisien, dan memberi nilai tambah bagi masyarakat serta perekonomian nasional.

Source: www.viva.co.id

Terkait